Nayoan, Christina Roni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MAHESA : Malahayati Health Student Journal

Faktor Determinan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Bairo-Pite Clinic Timor Leste Dos Reis, Francisco Guterres; Nayoan, Christina Roni; Marni, Marni; Parimahua, Sintha Lisa; Manurung, Imelda Februati Ester
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.23228

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a global public health problem, including in Timor Leste. Treatment success is highly influenced by patients’ adherence to long-term medication according to therapy guidelines. This study aimed to analyze the determinant factors of medication adherence among TB patients, which include internal factors (sex, age, occupation, education level, knowledge, and attitude) and external factors (health worker support, family support, and distance to health facilities) at Bairo-Pite Clinic, Timor Leste. This quantitative research used a cross-sectional design involving 101 respondents selected using the Slovin formula. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and analyzed using multivariate logistic regression. The results showed that most respondents had low medication adherence (85.1%). Internal factors significantly associated with adherence were knowledge and attitude, while external factors significantly associated were family support and health worker support (p 0.05). Distance to health facilities did not show a significant association. In conclusion, strengthening health education, family engagement, and the role of health workers is essential to improve TB treatment adherence in the studied area. Keywords: Tuberculosis, Medication Adherence, Knowledge, Family Support, Health Worker Support.  ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Timor Leste. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat jangka panjang sesuai terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kepatuhan minum obat pasien TBC yang meliputi faktor internal (jenis kelamin, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap) serta faktor eksternal (dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan jarak tempat tinggal ke fasilitas kesehatan) di wilayah kerja Bairo-Pite Clinic, Timor Leste. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 101 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan dianalisis secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan rendah sebesar 85,1%. Faktor internal yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan adalah pengetahuan dan sikap, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh signifikan adalah dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan (p 0,05). Faktor jarak tempat tinggal tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan edukasi kesehatan, penguatan dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan terapi TBC di wilayah tersebut. Kata Kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Tenaga Kesehatan.
Analisis Implementasi Kebijakan Eliminasi Malaria di District Covalima (Daerah Perbatasan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) – Republik Indonesia (RI)) Pinto Da Silva, Noe Gaspar; Nayoan, Christina Roni; Weraman, Pius; Berek, Noorce Christiani; Manurung, Imelda Februati Ester
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23222

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a public health problem in several endemic regions of Timor-Leste, particularly in the border areas of Covalima District adjacent to Indonesia. This study aims to analyze the implementation of malaria elimination policies in Covalima District, focusing on input, process, and output aspects. The study used a qualitative descriptive design with in-depth interviews, documentation, and observation. Ten informants were selected purposively, consisting of health officials, field workers, and community members. The results show that program input, including logistics, human resources, and community participation, was generally adequate, though challenges remain in logistics distribution and workforce shortages. The implementation process followed national malaria elimination standards with good intersectoral coordination. The program output indicated a significant reduction in malaria cases and improved community awareness. The malaria elimination policy implementation in Covalima District has been effective, supported by community participation and cross-sector collaboration. Sustained supervision is required to prevent malaria re-emergence. Keywords: Malaria Elimination, Policy Implementation, Covalima, Timor-Leste.  ABSTRAK Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa wilayah endemis di Timor-Leste, khususnya di wilayah perbatasan Distrik Covalima yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan eliminasi malaria di Distrik Covalima dengan meninjau aspek input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi terhadap sepuluh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas pejabat kesehatan, petugas lapangan, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen input seperti logistik, sumber daya manusia, dan partisipasi masyarakat sudah cukup baik meskipun masih terdapat kendala pada distribusi logistik dan keterbatasan tenaga. Proses pelaksanaan mengikuti standar nasional dengan koordinasi lintas sektor yang baik. Output program menunjukkan penurunan signifikan kasus malaria dan peningkatan kesadaran masyarakat. Implementasi kebijakan eliminasi malaria di Distrik Covalima berjalan efektif dengan dukungan partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor. Diperlukan pengawasan berkelanjutan untuk menjaga keberhasilan yang telah dicapai. Kata Kunci: Eliminasi Malaria, Implementasi Kebijakan, Covalima, Timor-Leste.