Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) dan penilaian pasar yang diukur dengan Price to Book Value (PBV) terhadap kebijakan dividen yang diukur melalui Dividend Payout (DP) pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda pada 118 observasi dari laporan keuangan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout, yang mengindikasikan bahwa profitabilitas perusahaan, yang diukur dengan ROA, bukanlah faktor utama dalam keputusan pembagian dividen pada perusahaan yang terdaftar dalam LQ45. Sebaliknya, PBV memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Dividend Payout, yang memperkuat Signalling Theory, di mana apresiasi pasar yang tinggi dapat mendorong perusahaan untuk memberikan dividen sebagai sinyal positif terkait prospek perusahaan di masa depan. Secara simultan, ROA dan PBV memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, dengan kontribusi keduanya menjelaskan 6,2% variasi dalam Dividend Payout, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi penting dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kebijakan dividen di pasar modal Indonesia, terutama bagi manajer perusahaan dan investor dalam merumuskan kebijakan dividen yang lebih tepat. This study aims to analyze the effect of profitability, measured by Return on Assets (ROA), and market valuation, measured by Price to Book Value (PBV), on dividend policy, measured through Dividend Payout (DP) for companies listed in the LQ45 index on the Indonesia Stock Exchange. A quantitative approach using multiple linear regression analysis was employed on 118 observations from annual financial reports. The results show that ROA does not have a significant effect on Dividend Payout, indicating that profitability, as measured by ROA, is not a primary factor in dividend distribution decisions for companies listed in the LQ45. In contrast, PBV has a positive and significant effect on Dividend Payout, supporting Signalling Theory, where high market appreciation encourages companies to pay dividends as a positive signal about their future prospects. Simultaneously, both ROA and PBV significantly affect dividend policy, with their combined contribution explaining 6.2% of the variation in Dividend Payout, while the remaining variation is influenced by external factors not analyzed in this study. This research is expected to provide valuable insights into the factors influencing dividend policy in the Indonesian capital market, particularly for company managers and investors in formulating more accurate dividend policies.