Abstract: The moral crisis among students has become a serious issue in today’s educational landscape. Phenomena such as low levels of empathy, increasing impolite behavior, and the rise of bullying indicate that education has not fully succeeded in optimally shaping students' character. So far, the education system tends to focus more on cognitive aspects rather than affective aspects. Therefore, a more humanistic approach is needed, one of which is through a Love-Based Curriculum. This study aims to examine the concept of a Love-Based Curriculum and its relevance in addressing the moral crisis among students. The method used in this study is a literature review by analyzing various sources related to character education and humanistic approaches in learning. The results show that the Love-Based Curriculum emphasizes values such as compassion, empathy, and role modeling in the learning process, thereby creating a more conducive and meaningful educational environment. Thus, the Love-Based Curriculum can serve as an alternative solution in developing students with noble character. Abstrak: Krisis moral pada peserta didik menjadi salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Fenomena seperti rendahnya sikap empati, meningkatnya perilaku tidak sopan, serta maraknya tindakan perundungan menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter peserta didik secara optimal. Selama ini, sistem pendidikan cenderung lebih menitikberatkan pada aspek kognitif dibandingkan aspek afektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang lebih humanis, salah satunya melalui Kurikulum Berbasis Cinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Kurikulum Berbasis Cinta serta relevansinya dalam mengatasi krisis moral peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber terkait pendidikan karakter dan pendekatan humanistik dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pada nilai kasih sayang, empati, dan keteladanan dalam proses pembelajaran, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif dan bermakna. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia.