Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Kota Medan, terutama di wilayah Medan Belawan dan Medan Labuhan yang menunjukkan angka kejadian relatif tinggi. Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi CSR PT Pertamina (Persero) dalam penanganan stunting melalui program BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model implementasi kebijakan yang mencakup organization, interpretation, dan application. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program CSR telah berjalan secara sistematis melalui kegiatan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pemantauan tumbuh kembang balita. Temuan lapangan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi posyandu hingga sekitar 60–70% pada wilayah yang aktif menerima intervensi program, serta peningkatan pengetahuan gizi orang tua berdasarkan hasil wawancara kader kesehatan. Namun, efektivitas program belum merata, terutama di wilayah dengan modal sosial rendah seperti Medan Belawan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor koordinasi stakeholder, kepemimpinan lokal, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kesimpulannya, CSR PT Pertamina berkontribusi signifikan dalam mendukung penurunan stunting, tetapi masih diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor dan pendekatan berbasis wilayah untuk meningkatkan efektivitas program secara berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan model implementasi CSR berbasis kesehatan dengan pendekatan sosial-spasial di tingkat lokal.