-, Alhuda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI KEPATUHAN PENGGUNAAN FORMULARIUM NASIONAL DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSK BEDAH ROPANASURI PADANG Faradisha, Jihan; -, Alhuda
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 2 (2026): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUN
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i2.38464

Abstract

Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022 dengan target minimal 80%. Ketidakpatuhan terhadap formularium nasional dapat menyebabkan inefisiensi penggunaan obat, peningkatan biaya pelayanan kesehatan, serta penurunan mutu dan keselamatan pasien. RSK Bedah Ropanasuri Padang mencatat rata-rata kepatuhan hanya sebesar 59,1% pada periode Januari–Maret 2025. Kondisi ini menunjukkan perlunya identifikasi akar masalah secara sistematis guna mendukung perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya kepatuhan serta merumuskan alternatif pemecahan masalah dan rencana tindak lanjut (Plan of Action) untuk mencapai target ≥80%. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta telaah dokumen. Serta mengidentifikasi prioritas dan akar masalah dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dan diagram fishbone (Ishikawa) yang mencakup aspek sumber daya manusia, sistem, sarana, dan komunikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi kurangnya pengetahuan tenaga medis mengenai daftar obat formularium nasional, belum optimalnya koordinasi antara instalasi farmasi rawat jalan dan unit terkait, belum adanya kebijakan pembatasan obat non-formularium dalam sistem e-receipt maupun resep manual, serta belum tersedianya laporan bulanan tertulis mengenai peresepan obat di luar formularium. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kepatuhan penggunaan Formularium Nasional di rumah sakit khusus bedah, yang memiliki karakteristik unik berupa kebutuhan obat pascaoperasi yang beragam dan sering kali berada di luar daftar formularium. Penelitian ini tidak hanya menilai tingkat kepatuhan, tetapi juga mengkaji faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian penggunaan Formularium Nasional dari perspektif fasilitas kesehatan dengan kecenderungan penggunaan obat berbiaya tinggi, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif dibandingkan penelitian sebelumnya.Kata kunci: Fishbone, Formularium Nasional, Indikator Instalasi Farmasi Mutu, USG