Penelitian ini membahas perkembangan tasawuf di Indonesia dengan fokus pada analisis historis dan rekonstruktif terhadap pemikiran tokoh serta implikasinya dalam kehidupan keagamaan kontemporer. Tasawuf dipahami tidak hanya sebagai dimensi spiritual Islam yang menekankan penyucian jiwa dan kedekatan kepada Allah, tetapi juga sebagai tradisi keagamaan yang dinamis dan mengalami transformasi sesuai konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan kajian akademik terkait tasawuf klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, tasawuf berperan penting dalam proses islamisasi Nusantara melalui pendekatan kultural, jaringan ulama, serta institusi tarekat dan pesantren yang membentuk karakter Islam Indonesia yang moderat dan inklusif. Pada era kontemporer, tasawuf mengalami rekonstruksi pemikiran yang mengarah pada spiritualitas sosial, rasionalitas, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya. Selain itu, pemikiran tokoh-tokoh tasawuf berkontribusi dalam mengintegrasikan spiritualitas dengan etika sosial sehingga tasawuf tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif-sosial. Implikasi tasawuf dalam kehidupan keagamaan kontemporer terlihat dalam penguatan moderasi beragama, toleransi, pendidikan karakter, serta harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Dengan demikian, tasawuf di Indonesia dapat dipahami sebagai tradisi keagamaan yang hidup (living tradition) yang terus berkembang dan beradaptasi dalam menjawab tantangan modernitas.