Perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) sebagai pendukung layanan dan pengelolaan data akademik. Namun, meningkatnya kompleksitas sistem juga menimbulkan tantangan terkait tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam SIAKAD melalui pendekatan systematic literature review. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa penerapan GRC secara terstruktur dapat meningkatkan akuntabilitas institusi, memperkuat mitigasi risiko, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi akademik dan tata kelola data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional bereputasi periode 2020–2025 dan dianalisis menggunakan content analysis dengan mengacu pada kerangka COBIT, ISO 31000, dan ISO/IEC 27001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan SIAKAD di perguruan tinggi masih didominasi oleh pendekatan teknis dan operasional, sementara penerapan prinsip GRC belum terintegrasi secara menyeluruh. Governance masih bersifat operasional, manajemen risiko cenderung reaktif, dan kepatuhan terbatas pada aspek administratif. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi GRC untuk memperkuat tata kelola, keandalan, dan keberlanjutan SIAKAD di perguruan tinggi.