Nourizka, Kayla Rahma
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keandalan Mesin Jet Dyeing Menggunakan Metode RCM dan FMEA pada Industri Manufaktur Tekstil Irdian, Rangga Putra Irdian; Irdian, Rangga Putra; Sumarjo, Jojo; Marno, Marno; Teguh santoso, Deri; Nourizka, Kayla Rahma
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jzhe0044

Abstract

Tingginya frekuensi downtime pada mesin jet dyeing Tonghue di PT. Toyobo Manufacturing Indonesia berdampak langsung pada penurunan efisiensi dan keandalan proses produksi tekstil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi moda kegagalan, menganalisis tingkat downtime, serta menentukan strategi pemeliharaan yang tepat berbasis data historis periode Januari 2020–Desember 2024. Metode yang diterapkan adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) yang didukung oleh analisis Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kerusakan didominasi oleh kebocoran dengan total 75 kejadian dari 144 total insiden, serta keausan komponen pada mechanical seal, bearing, dan packing. Mesin T 30-2 mencatat frekuensi kerusakan tertinggi (31 kejadian, MTBF = 45.106 menit), sedangkan mesin T 20-2 memiliki total waktu henti terbesar (13.160 menit, MTTR = 506 menit/kejadian). Analisis FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 192 pada mesin T 20-2 dan T 30-2. Total potensi kerugian produksi akibat downtime seluruh mesin mencapai 15.524,3 kg. Berdasarkan nilai MTBF, interval preventive maintenance diusulkan pada 80% nilai MTBF, berkisar antara 25,1 hingga 40,9 hari operasi per mesin, yang berpotensi mengurangi kerugian produksi secara signifikan apabila diimplementasikan secara konsisten.