Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika dalam Multikulturalisme: Analisis Kritis terhadap Tradisi "Kawin Tangkap" di Sumba Fauza Syahiban; Awi Febrian; Nadira Syifa Qanita; Naila Annisa Siregar; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena "kawin tangkap" di Sumba, Nusa Tenggara Timur, melalui kerangka multikulturalisme, pluralisme hukum, dan hak asasi manusia (HAM). Menggunakan pendekatan kualitatif sosio-legal dan analisis wacana kritis terhadap literatur mutakhir (2020–2025), penelitian ini menemukan bahwa klaim pelestarian budaya dalam praktik ini telah bermutasi menjadi pembatasan internal (internal restrictions) menurut teori Will Kymlicka. Pergeseran makna dari ritual teaterikal berbasis persetujuan menjadi instrumen kekerasan fisik dan struktural dilegitimasi oleh narasi patriarki dan komodifikasi belis. Di tengah kebuntuan penegakan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) akibat kompromi hukum adat, perempuan Sumba menunjukkan agensi resistensi yang kuat melalui taktik mikropolitik, jaringan perlindungan, dan perlawanan epistemik via karya sastra seperti novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam. Sebagai tawaran resolusi, kajian ini mengadopsi etika komunikasi Jürgen Habermas untuk mendekonstruksi kekerasan simbolik Pierre Bourdieu, merumuskan ulang relasi kuasa di institusi adat, dan menuntut supremasi hukum negara demi melindungi otonomi Perempuan