Diabetes Melitus (DM) sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Pada penduduk semua umur menunjukan bahwa prevalensi diabetes melitus adalah 1,7% di Indonesia, sedangkan prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥15 tahun adalah 2,2%. Kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus sangat penting dalam keberhasilan pengobatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pengobatan diabetes melitus rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat Jati Periode Maret – April 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan ProMAS. Jumlah sampel sebanyak 297 pasien diabetes melitus rawat jalan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik spearman rho untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 123 responden (72,4%) memiliki kategori kepatuhan tinggi, sedangkan sebanyak 42 responden (24,7%) memiliki kategori kepatuhan sedang-tinggi, dan sebanyak 5 responden (2,9%) memiliki kategori kepatuhan sedang-rendah. Untuk hasil dukungan keluarga tertinggi ditemukan pada aspek penghargaan, yaitu sebesar 67,01%, sedangkan dukungan keluarga terendah terdapat pada aspek emosional, yaitu sebesar 66,50%. Simpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien diabetes melitus di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kramat Jati dengan nilai p- value 0,440 > 0,05