p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Oromotor Pada Neonatus Dengan Menyusui Tidak Efektif Di Ruang Perinatologi Susan Venasari; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.491

Abstract

Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus, khususnya di ruang perinatologi, dan dapat berdampak pada ketidakcukupan asupan nutrisi serta peningkatan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi oromotor, yang bertujuan meningkatkan kekuatan dan koordinasi refleks oral bayi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi oromotor pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif di ruang perinatologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan keperawatan (KIAN) pada satu neonatus yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Dr. Margono Soekarjo. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 14–16 Juli 2025. Subjek penelitian adalah neonatus usia 3 hari dengan berat badan lahir 2000 gram yang mengalami menyusui tidak efektif. Intervensi keperawatan berupa terapi oromotor dan edukasi menyusui diberikan dua kali sehari selama 3 × 24 jam, dengan durasi ±10–15 menit setiap sesi, dan evaluasi dilakukan secara harian berdasarkan indikator status menyusui. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan efektivitas menyusu setelah penerapan terapi oromotor, yang ditandai dengan perbaikan refleks hisap, peningkatan kemampuan perlekatan pada payudara ibu, serta peningkatan volume asupan ASI dari 5 cc/2 jam pada hari pertama menjadi 10 cc/2 jam pada hari kedua dan 15 cc/2 jam pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan terapi oromotor secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan efektivitas menyusui pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif dan direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan di ruang perinatologi.
Penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) Dalam Upaya Mengatasi Hipotermia Dan Refleks Hisap Lemah Pada Bayi Ny. R Dengan BBLR Di Ruang Melati RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Eliana Septi Maharani; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.492

Abstract

Latar belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi, yang dapat berdampak pada penurunan refleks hisap dan keberhasilan menyusui. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Kangaroo Mother Care dalam mengatasi hipotermia dan refleks hisap lemah pada bayi BBLR. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi dilakukan di Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 8–9 September 2025 dengan subjek satu bayi BBLR yang mengalami hipotermia. Intervensi berupa Kangaroo Mother Care diberikan sebanyak dua kali sesi dengan durasi minimal 60 menit. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan suhu tubuh bayi dari 35,3°C sebelum intervensi menjadi 36,8°C setelah dua kali intervensi, serta perbaikan refleks hisap yang ditandai dengan peningkatan kemampuan menyusu dan berkurangnya kebutuhan nutrisi melalui orogastric tube. Kesimpulan: Kangaroo Mother Care efektif dalam mengatasi hipotermia dan membantu meningkatkan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah serta direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal.