Poiyo, Alit Caesar Apriyanto
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Seimbang Dan Berkualitas Dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Batudaa Poiyo, Alit Caesar Apriyanto; Muhamad, Zuriati; Piola, Wiwi Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.663

Abstract

Status gizi bayi usia 6–12 bulan merupakan indikator penting kesehatan dan tumbuh kembang anak. Di wilayah kerja Puskesmas Batudaa, meskipun cakupan layanan kesehatan tinggi, prevalensi gizi kurang dan buruk masih ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) seimbang dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik, Desain ini dipilih karena mampu menggambarkan hubungan antara variabel independen dan dependen secara simultan dalam satu waktu pengukuran, sehingga sesuai untuk mengidentifikasi keterkaitan praktik MP-ASI dengan status gizi bayi. Sampel berjumlah 46 bayi dipilih menggunakan teknik two stage cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,6% responden memiliki praktik pemberian MP-ASI baik, 34,8% sedang, dan 32,6% kurang. Status gizi bayi terdiri dari 47,8% normal, 45,7% kurang, dan 6,5% buruk. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pemberian MP-ASI seimbang dengan status gizi bayi (p = 0,008). Disimpulkan bahwa kualitas MP-ASI seimbang berperan penting dalam menentukan status gizi bayi Temuan ini mengindikasikan bahwa bayi yang menerima MP-ASI dengan kualitas gizi seimbang cenderung memiliki status gizi yang lebih baik dibandingkan bayi dengan praktik pemberian MP-ASI yang kurang optimal. Diperlukan intervensi edukatif yang terfokus pada peningkatan kualitas MP-ASI di tingkat keluarga dan komunitas, Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas, dalam menyusun strategi edukasi gizi yang lebih efektif dan berkelanjutan.