Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Pasien Morbus Hansen di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan Puskesmas Jejaring Tahun 2022-2024 Al Ansar, Nur Maeymanah; Waspodo, Nurelly Noro; Pramono, Sigit Dwi; Vitayani , Sri Vitayani; Abdi, Dian Amelia
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i2.2251

Abstract

Latar Belakang: Morbus Hansen (kusta) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah kasus baru. Pemahaman mengenai karakteristik pasien kusta menjadi fondasi penting untuk memperkuat strategi pengendalian dan meningkatkan mutu layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien Morbus Hansen di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan puskesmas jejaringnya periode 2022-2024 berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat pendidikan, gejala awal, hasil pemeriksaan BTA, klasifikasi penyakit, jenis pengobatan, dan kepatuhan pengobatan. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien Morbus Hansen periode 2022-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage sampling (tahap 1: pemilihan lokasi penelitian; tahap 2: total sampling seluruh rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi). Seluruh data rekam medis pasien dengan diagnosis definitif dan data lengkap diikutsertakan dalam penelitian. Data dianalisis secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 73 pasien, sebagian besar mendapatkan pelayanan di puskesmas (90,4%) dengan proporsi tertinggi di Puskesmas Tamalate (19,2%). Pasien didominasi usia dewasa 18-59 tahun (71,2%), laki-laki (64,4%), pekerja buruh (24,7%), dan pendidikan SMA (30,1%). Gejala awal terbanyak adalah kelainan kulit disertai mati rasa (75,3%), dengan hasil BTA positif (72,6%) dan klasifikasi tipe Multibasiler (72,6%). Pengobatan MDT MB diberikan kepada 72,6% pasien, dan 67,1% pasien patuh menjalani pengobatan. Kesimpulan: Karakteristik pasien Morbus Hansen di lokasi penelitian didominasi usia produktif, laki-laki, pekerja buruh, dengan gejala klasik bercak mati rasa, serta tingginya proporsi tipe MB dan BTA positif yang mengindikasikan masih terjadinya keterlambatan diagnosis. Masih ditemukan sepertiga pasien (32,9%) dengan ketidakpatuhan pengobatan yang memerlukan intervensi program.