Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kriteria CT-Value Terhadap Manifestasi Neurologi Pada Pasien COVID-19 Di RSUD Drs. H. Amri Tambunan Kabupaten Deli Serdang Ikbar, Luthfi; Surya, Anita; Arifin, Hasanul; Roslina, Ance
JURNAL PANDU HUSADA Vol 8, No 1 (2027)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v8i1.29712

Abstract

Abstrak : Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang, atau berat. Gejala klinis utama meliputi demam (suhu 38°C), batuk, sesak napas memberat, fatigue, mialgia, dan gangguan sistem saraf. Metode standar baku emas untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 adalah amplifikasi asam nukleat dengan real-time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan sequencing. RT-PCR memberikan gambaran nilai cycle threshold (CT), yang merupakan ukuran viral load pada sampel. CT value yang rendah menunjukkan viral load yang tinggi dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, periode Januari – Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaladengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis penderita COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, periode Januari – Desember 2021, sebanyak 258 subjek. Data dianalis is menggunakan uji univariat dan uji statistik korelasi Spearman. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai 0,910 (P-value 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19. Kekuatan korelasi antara kedua variabel menunjukka n nilai 0,007, yang mengindikasikan kekuatan korelasi yang sangat lemah. Tidak terdapat hubungan yangabermakna antara kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19, dan kekuatan korelasi antara kedua variabel sangat lemah.