alam konteks perkotaan, citra kota menjadi representasi visual dan spasial yang mencerminkan identitas suatu kota. Citra ini terbentuk melalui interaksi antara elemen fisik kota, pola aktifitas, dan pengalaman pengguna ruang, sehingga menentukan bagaimana suatu kawasan dikenali, diingat dan dimaknai oleh masyarakat. Citra kota berperan penting dalam membangun identitas, meningkatkan daya tarik, serta memperkuat orientasi dan kenyamanan ruang perkotaan. Kota Palu memiliki Kawasan pusat perdagangan pasar Bambaru yang berada pada kecamatan Palu Barat. Kawasan Perdagangan Pasar Bambaru merupakan salah satu area bersejarah dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Palu yang memiliki karakter visual khas sebagai identitas kawasan. Namun, perkembangan kota yang pesat dan perubahan fungsi ruang menyebabkan elemen – elemen pembentuk citra kawasan mengalami degradasi, sehingga persepsi pengunjung dan masyarakat terhadap identitas kawasan menjadi kurang kuat. Citra kota menjadi sesuatu yang penting untuk memperkuat identitas dan wajah kota sehingga membuat kota tersebut menarik dan memiliki daya tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen - elemen pembentuk citra kota di Pasar Bambaru Kota Palu berdasarkan teori Kevin Lynch, meliputi path, edge, district, node, dan landmark. Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode Deskriptif Kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan studi literatur berupa sumber-sumber tertulis seperti buku, jurnal, peta, lalu metode pengumpulan data dokumentasi, dan metode pengumpulan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pedestrian dan koridor perdagangan berfungsi sebagai path utama yang mengarahkan pergerakan pengunjung, sedangkan tepi kawasan seperti batas permukiman menjadi edge yang membingkai ruang aktivitas. Area perdagangan inti membentuk district dengan karakter yang kuat, sementara titik konsentrasi aktivitas seperti pintu masuk pasar dan area kuliner menjadi node yang dominan. Landmark kawasan berupa simbol rumah adat souraja pada fasad bangunan pasar Bambaru serta taman dengan hiasan sculpture pada ujung jalan teuku umar memiliki potensi besar sebagai penguat identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan elemen – elemen citra kota di Pasar Bambaru perlu dilakukan melalui penataan visual, perbaikan fasilitas, dan pelestarian bangunan bersejarah agar karakter kawasan tetap terjaga dan mampu mendukung vitalitas ekonomi serta identitas Kota Palu.