Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Nilai Kepasundanan dalam Pengelolaan Keuangan Organisasi Budaya (Studi Kasus Saung Angklung Udjo): The Application of Sundanese Values in the Financial Management of Cultural Organizations (A Case Study of Saung Angklung Udjo) Putri Nabila Aliya Rohadi; Salasa Putra; Anita; Ryma Melani; Muhamad Darazat Nugraha; Jingga Artaritra Aurelia Putri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai solidaritas dalam sistem pengelolaan keuangan di Saung Angklung Udjo guna mencapai akuntabilitas organisasi budaya. Sebagai entitas bisnis yang bergerak di sektor pariwisata dan pelestarian budaya, Saung Angklung Udjo menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan profitabilitas bisnis dengan misi budayanya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan guna memahami fenomena secara komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan melalui sistem autopilot yang disesuaikan serta penggunaan teknologi Point of Sales (POS) yang selaras dengan standar PSAK. Transparansi dan akuntabilitas dicapai melalui mekanisme laporan harian, pemeriksaan ganda (double checking), serta pelaporan yang dilakukan secara rutin dan berkala. Lebih lanjut, praktik akuntansi budaya di Saung Angklung Udjo tercermin dalam internalisasi filosofi silih asih, silih asah, dan silih asuh pada setiap kebijakan organisasi. Nilai-nilai tersebut memengaruhi pengambilan keputusan keuangan dengan menekankan aspek konsultasi dan keharmonisan antar divisi di atas efisiensi keuangan semata. Keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya diwujudkan melalui program pelatihan seni di bawah sponsor yayasan serta inisiatif CSR budaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan kearifan lokal dengan manajemen modern melalui pendekatan kualitatif ini terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan dan akuntabilitas organisasi budaya tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.