Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau sangat bergantung pada moda transportasi udara untuk mendukung konektivitas antar wilayah. Bandara sebagai infrastruktur utama transportasi udara memainkan peranan yang sangat strategis dalam menjamin kelancaran operasional penerbangan, salah satunya melalui proses penanganan dan pemuatan bagasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara komprehensif proses pemuatan bagasi pesawat serta penerapan layanan prioritas (priority service) dalam kegiatan tersebut di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya. Metode yang dipakai adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di lapangan dan komunikasi informal dengan petugas penanganan di darat (ground handling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan bagasi dimulai dari tahap check-in, pemeriksaan keamanan dengan mesin X-ray, pengangkutan ke pesawat menggunakan gerobak bagasi dan traktor, sampai pengaturan bagasi di ruang penyimpanan (cargo hold) pesawat. Pengaturan bagasi dilakukan berdasarkan ukuran, bobot, dan sifat barang untuk menjaga stabilitas dan keamanan muatan selama penerbangan. Penerapan layanan prioritas tampak dari pengaturan urutan pemuatan bagasi sesuai dengan identitas dan tanda tertentu pada bagasi tag. Perbedaan jenis pesawat yaitu narrow body dan wide body turut memengaruhi kompleksitas distribusi bagasi di dalam kompartemen. Penggunaan cargo net sebagai pelindung muatan menunjukkan perhatian serius terhadap aspek keamanan selama penerbangan. Proses unloading bagasi memiliki batas waktu maksimal tiga puluh menit sejak pesawat tiba di apron, sedangkan proses loading tidak memiliki batas waktu tertulis namun tetap berdampak langsung pada ketepatan jadwal keberangkatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi priority service secara konsisten berkontribusi pada efisiensi waktu, ketertiban kerja petugas, serta kelancaran operasional penerbangan secara keseluruhan.