Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Belanja Publik Daerah dan Belanja Pegawai Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Bengkulu Tahun 2019-2024 Manurung, Febri Heldiani; Fahmi, Pakri; Ariska, Fitriani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja publik daerah yang meliputi belanja barang dan jasa, belanja modal, serta belanja pegawai terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu, baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu dalam bentuk data panel. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan logaritma natural untuk memperoleh hasil estimasi yang lebih stabil dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel belanja pegawai memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, yang ditunjukkan oleh nilai t-statistik sebesar -2,452666 yang lebih besar dari nilai t-tabel 2,0. Sementara itu, variabel belanja barang dan jasa serta belanja modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, masing-masing dengan nilai t-statistik sebesar -1,310038 dan 1,856051. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan belanja pegawai dapat berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan, sedangkan dua jenis belanja lainnya belum memberikan dampak yang signifikan. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan nilai F-hitung sebesar 45,87559. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa sebesar 92,13% variasi tingkat kemiskinan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model, sedangkan sisanya sebesar 7,87% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, belanja publik daerah memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan.