Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Generative Artificial Intelligence dan Literasi Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Ngurah Rai Meliani, Kadek; Adnyani, Ni Putu Ayu Desy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan generative artificial intelligence (AI) dan literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Ngurah Rai. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam aktivitas akademik mahasiswa yang berpotensi memengaruhi pola berpikir dan kualitas analisis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 71 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan generative AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai koefisien sebesar 0,341 dan p-value 0,001. Sementara itu, literasi digital juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,436 dan p-value 0,000, serta memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan generative AI. Nilai R-square sebesar 0,461 mengindikasikan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 46,1% variasi kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi AI yang tepat, apabila diimbangi dengan tingkat literasi digital yang baik, dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan penggunaan teknologi dengan penguatan literasi digital guna mendorong mahasiswa menjadi lebih kritis, analitis, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan era digital.