Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Komunikasi Virtual dalam Komunitas FANDOM K-Pop di Media Sosial Instagram @BLINKINAUNION) Mahaga, Ferwindus Rajesh; Hutapea, Edison Bonartua
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi virtual dalam komunitas Fandom K-Pop di media sosial, khususnya pada akun @Blinkinauniuon sebagai representasi komunitas penggemar Blackpink di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi virtual yang berfokus pada observasi interaksi digital dalam bentuk postingan, caption, serta komentar. Analisis data dilakukan menggunakan model “SPEAKING” untuk mengidentifikasi pola komunikasi, partisipan, tujuan komunikasi, serta norma yang berkembang dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam komunitas Fandom bersifat interaktif, partisipatif, dan terstruktur, di mana anggota komunitas tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai partisipan aktif dalam produksi dan distribusi pesan. Praktik komunikasi yang terjadi mencakup pemberian dukungan terhadap idol, penyebaran informasi, serta mobilisasi partisipasi kolektif melalui aktivitas seperti streaming dan voting. Selain itu, komunikasi juga berperan dalam membentuk norma dan budaya komunitas, seperti loyalitas, solidaritas, serta etika komunikasi yang mengatur interaksi antaranggota. Di sisi lain, komunikasi dalam komunitas Fandom memiliki makna simbolik sebagai sarana pembentukan identitas sosial, di mana individu menegaskan keanggotaannya melalui keterlibatan dalam aktivitas komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas Fandom di media sosial merupakan entitas sosial digital yang aktif, terorganisasi, dan memiliki peran penting dalam membentuk dinamika komunikasi serta budaya populer. Namun demikian, praktik komunikasi tersebut juga berpotensi menimbulkan tekanan sosial dan hierarki implisit dalam komunitas.