Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Akses Internet, Rata-Rata Lama Sekolah dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Jumlah Pekerja Jasa Informal Di Indonesia Bara, Radja Marihat Batu; Rozaini, Noni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses internet, rata-rata lama sekolah, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap jumlah pekerja jasa informal di Indonesia. Sektor informal, khususnya pada subsektor jasa, masih menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja di tengah keterbatasan lapangan kerja formal dan dinamika transformasi ekonomi. Penelitian ini menggunakan data panel dari 34 provinsi di Indonesia selama periode 2020–2024 yang dianalisis menggunakan Model Efek Tetap (Fixed Effect Model/FEM) melalui perangkat lunak E-Views 10.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses internet berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap jumlah pekerja jasa informal dengan nilai probabilitas 0,7616. Rata-rata lama sekolah juga menunjukkan pengaruh negatif namun tidak signifikan dengan nilai probabilitas 0,3926, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pendidikan belum sepenuhnya mampu mengurangi sektor informal. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah pekerja jasa informal dengan nilai probabilitas 0,0000, yang menunjukkan bahwa peningkatan pengangguran tidak selalu diikuti oleh peningkatan sektor informal. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap jumlah pekerja jasa informal, yang ditunjukkan oleh nilai Prob (F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai Adjusted R² sebesar 0,996184 menunjukkan bahwa 99,62% variasi jumlah pekerja jasa informal dapat dijelaskan oleh model penelitian.Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika sektor informal tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan ekonomi, tetapi juga oleh faktor struktural seperti perkembangan teknologi dan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja serta penciptaan lapangan kerja formal menjadi penting dalam mengelola pertumbuhan sektor informal secara berkelanjutan.