Yona Tirta Sari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Sosiolinguistik terhadap Interferensi Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia di Podium Nasional: Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Yona Tirta Sari; Hendrokumoro, Hendrokumoro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/vx5gsq88

Abstract

Indonesia memiliki banyak bahasa. Menurut data yang tercatat di Ethnologue saat ini terdapat 713 bahasa di Indonesia yang satu di antaranya yaitu bahasa Jawa (Eberhard, Simons, & Fennig, 2023). Penggunaan bahasa Jawa di Yogyakarta sangat lestari. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan data yang tercatat di Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa persentase penduduk usia10 tahun ke atas yang menggunakan bahasa daerah di DIY yaitu 91.44% (Badan Pusat Statistik, 2024). Sementara itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 pasal 28  menyebutkan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi presiden, wakil presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri (Pemerintah Republik Indonesia, 2009). Dalam pidato kenegaraan, presiden wajib menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar tidak terjadi interferensi. Interferensi terjadi karena pengaruh besar bahasa ibu sehingga dalam berujar terucap kode-kode dari bahasa ibunya (Rahardi, 2010). Namun demikian, dalam praktinya, penutur bahasa tidak selalu terlepas dari kemungkinan terjadinya interferensi, sehingga menarik untuk dikaji keberadaan interferensi dalam video pidato perdana Presiden Prabowo untuk mengidentifikasi jenis interferensi serta faktor sosial yang memengaruhi terjadinya interferensi dalam pidato Presiden Prabowo tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik simak, catat, dan studi pustaka lalu menganalisisnya menggunakan teknik agih BUL (Sudaryanto, 2015). Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk interferensi serta mengklasifikasikannya berdasarkan jenis-jenis interferensi (Chaer & Agustina, 2004), lalu dijelaskan menggunakan teori internal bunyi (Anttila, 1989). Pada bab dua, analisis dilakukan dengan menemukan faktor sosial yang memengaruhi terjadinya interferensi menggunakan teori dimensi sosial (Holmes, 2013). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan interferensi fonologis, morfologis, dan morfofonologis bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia pada pidato perdana Presiden Prabowo. Faktor sosial yang memengaruhi interferensi tersebut dapat terjadi yaitu skala jarak sosial, skala status sosial, dan skala fungsionalitas.