Yapiza, Yoga -
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CLUSTERING TINGKAT KERAWANAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN K-MEANS (STUDI KASUS KABUPATEN PRINGSEWU Yapiza, Yoga -; Taufik, Taufik -; Susilowati, Tri -
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2026): Technologia (April)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v17i2.22911

Abstract

Peningkatan jumlah sampah rumah tangga menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah karena dapat menimbulkan kerawanan lingkungan, penurunan kualitas kesehatan masyarakat, serta meningkatnya biaya operasional pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan tingkat kerawanan sampah rumah tangga pada wilayah kecamatan agar pemerintah daerah dapat menentukan prioritas penanganan secara lebih efektif. Metode yang digunakan adalah teknik clustering dengan algoritma K-Means, yaitu metode pengelompokan berbasis jarak yang memisahkan objek ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kemiripan karakteristik. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi pengumpulan data indikator produksi sampah, kepadatan penduduk, luas wilayah, jumlah fasilitas persampahan, serta frekuensi pengangkutan. Data kemudian dinormalisasi dan dianalisis untuk menentukan jumlah kelompok optimal sebelum dilakukan proses clustering. Analisis hasil dilakukan dengan meninjau nilai pusat kelompok dan karakteristik setiap kelompok untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi tingkat kerawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah kecamatan dapat dikelompokkan ke dalam tiga tingkat kerawanan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Pengelompokan ini memberikan gambaran objektif mengenai kondisi lapangan sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi penanganan prioritas dan peningkatan efektivitas layanan pengelolaan sampah rumah tangga oleh pemerintah daerah.