Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prinsip Syura Dalam Kepemimpinan Politik Khulafaur Rasyidin Dan Relevansinya Terhadap Politik Islam Kontemporer Sipahutar, Fauziah Amna; Hasanah, Roudhatul Rizka; Marzuki
JUSTNESS - Jurnal Hukun dan Agama Vol 6 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : STIH Zainul Hasan Kraksaan Kraksaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61974/justness.v6i1.111

Abstract

The relevance of political thought during the Khulafaur Rasyidin era (Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, and Ali bin Abi Thalib) to contemporary politics. The study shows that the principles of government applied during that era, such as deliberation (shura'), social justice, and accountability of leaders are in line with the values ​​of modern democracy. Through a qualitative approach and historical analysis, this study identifies how the concept of the Medina Charter and the leadership practices of the Khulafaur Rasyidin were able to become models of an egalitarian and participatory political system.The study reveals that despite the distortion of the political system into a dynastic monarchy in the following period, the basic values ​​of the Khulafaur Rasyidin government remain relevant as an inspiration for contemporary Islamic politics. In the modern context, these principles have been adapted by various Muslim movements and thinkers to build a responsive and just system of government. This study concludes that the political thoughts of Khulafaur Rasyidin not only have historical value, but also make significant contributions to the development of a contemporary political system based on Islamic and democratic values. Keywords: Khulafaur Rasyidin, Islamic Politics, Leadership, Justice.
Latar Belakang, Historis dan Pengaruh Kolonialisme dan Modernitas Reformasi Pemikiran Islam Adnir, Farid; Farhan, Wildanu; Hasanah, Roudhatul Rizka; Harahap, Nur Intan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ffvdf158

Abstract

Reformasi pemikiran Islam merupakan respons intelektual terhadap dinamika historis yang melatarbelakangi kemunduran umat silam setelah masa kejayaan peradaban klasik. Artikel ini bertujuan ini untuk menganalisis latar belakang historis, serta pengaruh kolonialisme dan modernitas terhadap lahirnya reformasi pemikiran Islam sekaligus mengkaji bentuk dan perkembangannya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptrif analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemunduran umat Islam ditandai oleh melemahnya tradisi intelektual, dominasi taqlid, serta munculnya praktik keagamaan yang menyimpang dari sumber utama ajaran Islam. kondisi ini diperparah oleh kolonialisme Barat yang tidak hanya berdampak pada aspek politik dan ekonomi, tetapi juga mempengaruhi sistem pendidikan dan pola pikir umat. Di sisi lain, modernitas membawa nilai rasionalitas dan perkembangan ilmu pengetahuan yang mendorong lahirnya pembaharuan dalam memahami ajaran Islam secara kontekstual. Reformasi pemikiran Islam kemudian berkembang dalam berbagai bidang, meliputi aqidah, syariah, pendidikan, sosial dan politik. Perkembangannya berlangsung secara bertahap sejak abad ke-18 hingga era kontemporer, dengan tokoh-tokoh pembaharu yang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tuntutan zaman. Dengan demikian, reformasi pemikiran Islam menjadi langkah strategis dalam mengembalikan relevansi ajaran Islam serta menjawab tantangan  modernitas.