Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN FONDASI AKIDAH MELALUI PENDIDIKAN TAUHID DALAM QS. LUQMAN AYAT 13: KAJIAN TAFSIR TEMATIK Sipahutar, Fauziah Amna; Nadia, Nazwa; Izzati, Nurul; Baihaqi, M. Ridho; Ariza, Fauziah Nur
Jurnal Syaikh Mudo Madlawan: Kajian Ilmu - Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Syaikh Mudo Madlawan
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai konsep Tauhid sebagai landasan utama dalam membangun iman Islam melalui interpretasi tematik ayat 13 Surah Al-QS. Luqman. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah melemahnya pemahaman tentang monoteisme yang berdampak pada kemerosotan iman dan akhlak, terutama pada generasi kontemporer yang menghadapi tantangan modernitas seperti materialisme, hedonisme, dan ketergantungan berlebihan pada teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan riset kepustakaan, dengan sumber data utama berupa Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, seperti Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Fi'il al-Qur'an karya Sayyid Qutb, dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, serta literatur pendukung di bidang iman dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analitis dengan pendekatan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi dan mensintesis makna tauhid, larangan syirik, dan nilai-nilai pendidikan iman dalam Surah Al-Hakim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa monoteisme dalam ayat ini berfungsi bukan hanya sebagai keyakinan teologis, tetapi juga sebagai prinsip keadilan, kesadaran etika, dan landasan bagi perkembangan moral dan intelektual manusia. Larangan politeisme dipahami sebagai upaya untuk menjaga kemurnian iman dan integritas moral. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan tauhid yang ditanamkan dengan kebijaksanaan dan dialog, sebagaimana dicontohkan oleh Surah Al-Hakim, merupakan strategi fundamental dalam membangun landasan iman yang kokoh dan relevan dengan tantangan zaman.
Prinsip Syura Dalam Kepemimpinan Politik Khulafaur Rasyidin Dan Relevansinya Terhadap Politik Islam Kontemporer Sipahutar, Fauziah Amna; Hasanah, Roudhatul Rizka; Marzuki
JUSTNESS - Jurnal Hukun dan Agama Vol 6 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : STIH Zainul Hasan Kraksaan Kraksaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61974/justness.v6i1.111

Abstract

The relevance of political thought during the Khulafaur Rasyidin era (Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, and Ali bin Abi Thalib) to contemporary politics. The study shows that the principles of government applied during that era, such as deliberation (shura'), social justice, and accountability of leaders are in line with the values ​​of modern democracy. Through a qualitative approach and historical analysis, this study identifies how the concept of the Medina Charter and the leadership practices of the Khulafaur Rasyidin were able to become models of an egalitarian and participatory political system.The study reveals that despite the distortion of the political system into a dynastic monarchy in the following period, the basic values ​​of the Khulafaur Rasyidin government remain relevant as an inspiration for contemporary Islamic politics. In the modern context, these principles have been adapted by various Muslim movements and thinkers to build a responsive and just system of government. This study concludes that the political thoughts of Khulafaur Rasyidin not only have historical value, but also make significant contributions to the development of a contemporary political system based on Islamic and democratic values. Keywords: Khulafaur Rasyidin, Islamic Politics, Leadership, Justice.