Urgensi penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan media Mystery Box guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini berawal dari temuan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah, serta model dan media pembelajaran yang diterapkan belum sepenuhnya mampu menumbuhkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran IPAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) dengan dukungan media Mystery Box terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi perubahan wujud benda di kelas IV SD Negeri 1 Lebak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pola One-Group Pre-test and Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di sekolah tersebut, yang berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, di mana semua anggota populasi dijadikan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Instrumen yang digunakan mencakup lembar observasi dan alat tes. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji paired sample t-test untuk mengetahui signifikansi pengaruh model SAVI terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari pretest sebesar 45,2 menjadi 68,3 pada posttest. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai t = -13,6 dengan tingkat signifikansi p < 0,001. Selisih rata-rata antara pretest dan posttest sebesar -23,9 poin dengan interval kepercayaan 95% berada pada rentang -26,4 hingga -19,4. Nilai Cohen’s d sebesar 2,07 mengindikasikan bahwa pengaruh model SAVI tergolong besar terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa.