Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), particularly Handwashing with Soap (CTPS), is an essential effort in preventing diseases among school-aged children. However, the level of knowledge and awareness of elementary school students regarding CTPS practices remains low. Video-based educational media innovation is considered a promising approach as it can present information visually, attractively, and in accordance with children’s cognitive development stage, which is still in the concrete operational phase.This study aims to analyze the effect of video-based educational media on the level of CTPS knowledge among first- and second-grade students at SD Negeri Kedungsari 4, Magelang City. This research employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The sampling technique used was total sampling, involving 46 students. The research instrument was a CTPS knowledge questionnaire. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p 0.05), indicating a significant difference in knowledge levels before and after the intervention. Video-based education was proven to be effective in improving students' knowledge of CTPS. This study recommends the use of video media as an innovative and practical health education strategy to promote clean and healthy living behaviors among elementary school children. ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), merupakan upaya penting dalam pencegahan penyakit pada anak usia sekolah. Namun, tingkat pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap praktik CTPS masih rendah. Inovasi media edukasi berbasis video menjadi salah satu pendekatan yang potensial karena mampu menyajikan informasi secara visual, menarik, dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak yang masih berada pada fase berpikir konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi media video terhadap tingkat pengetahuan CTPS pada siswa kelas I dan II di SD Negeri Kedungsari 4 Kota Magelang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden sebanyak 46 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan CTPS. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 (p0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi berbasis media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai CTPS. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media video sebagai strategi edukasi kesehatan yang inovatif dan aplikatif dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah dasar.