Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Perbandingan : Kualitas Hidup Pasien Kanker Paru Yang Menjalani Kemoterapi Dengan Yang Menolak Kemoterapi Kurniawan, Ferry Dwi; Rinaldy; Jumar, Mikhwanul
Journal of Medical Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v7i1.257

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di dunia. Selain angka kelangsungan hidup, kualitas hidup (Quality of Life/QoL) merupakan indikator penting keberhasilan terapi kanker. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas hidup pasien kanker paru antara kelompok yang menjalani kemoterapi dengan kelompok yang menolak kemoterapi dengan menggunakan instrumen penilaian WHOQOL-BREF.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan kualitas hidup pasien kanker paru sebelum dan sesudah menjalani kemoterapi. Penelitian dilakukan di Ruang Rawat Inap dan Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan Juni hingga September 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker paru yang menjalani pengobatan kemoterapi, dan sampel adalah pasien yang baru pertama kali menjalani kemoterapi serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 orang, terdiri dari 38 pasien yang menjalani kemoterapi dan 6 pasien yang menolak kemoterapi.Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF yang mencakup empat domain, yaitu kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kualitas hidup pasien pada keempat domain WHOQOL-BREF tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok yang menjalani kemoterapi dan kelompok yang menolak kemoterapi. Pada domain fisik, pasien kemoterapi memiliki skor rata-rata 46,00, sedangkan pasien yang menolak kemoterapi 50,00 (p=0,461). Pada domain psikologis, rata-rata skor kelompok kemoterapi adalah 53,84 dan pasien non-kemo 54,33 (p=0,909). Pada domain hubungan sosial, pasien kemoterapi memperoleh skor rata-rata 56,47 dan pasien non-kemo 53,00 (p=0,540). Sementara itu, pada domain lingkungan, pasien kemoterapi memiliki skor rata-rata 54,37 dan pasien non-kemo 56,33 (p=0,638).Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas hidup pasien kanker paru yang menjalani kemoterapi tidak berbeda bermakna dengan pasien yang menolak kemoterapi pada semua domain WHOQOL-BREF. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien kanker paru kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi fisik dasar, dukungan sosial, dan lingkungan dibandingkan keputusan menjalani kemoterapi itu sendiri.