Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI SISTEM PEMELIHARAAN PADA GEDUNG SEKOLAH BERBASIS PENGGUNA GEDUNG (Studi Kasus SMA Negeri 2 Meulaboh) Rita Fazlina; Setiawan, David; Rinaldy; Veranita; Amir, Astiah; Dinda, Raina Parmitalia; Zulyaden
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v19i1.41393

Abstract

In an effort to maintain the condition of the school building in order to remain in good condition, it is necessary to carry out routine maintenance. The purpose of this study was to determine the level of participation of users of the SMAN 2 Meulaboh building on routine maintenance. This research uses descriptive qualitative research. Primary data collection is obtained by observation, interviews, documentation, and distributing questionnaires, while secondary data is obtained from related institutions or institutions. Data analysis was processed using the Likert Scale method. The sampling technique used is proportionate stratified random sampling. The results of the analysis obtained are 81 students (95.294%) are in the medium participation category, 4 students (4.706%) are in the high participation category, 21 teachers (70%) are in the moderate participation category, 9 teachers (30%) is in the high participation category, for 9 school staff and 1 school custodian, the results obtained are 6 respondents (60%) are in the medium participation category, 4 respondents (40%) are in the high participation category, and none of the respondents are in the low participation category.
Mitigasi Risiko Kebakaran Permukiman: Edukasi dan Pelatihan Dasar Penanggulangan Kebakaran di SMP Negeri 2 Meureubo, Kabupaten Aceh Barat Zulyaden; Marbun, Mahmuddin; Zuhrahmi; Veranita; Rinaldy; Fazlina, Rita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi Vol 3 No 1 (2025): Majjama - Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi
Publisher : PSTS FT UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63877/jpmk.v3i1.141

Abstract

Permukiman padat penduduk di Kabupaten Aceh Barat, khususnya di wilayah Meureubo, memiliki potensi risiko kebakaran yang tinggi akibat kepadatan bangunan, instalasi listrik yang tidak standar, dan minimnya pengetahuan masyarakat, termasuk pelajar, mengenai mitigasi kebakaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar melalui edukasi dan pelatihan dasar penanggulangan kebakaran. Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap selama tiga hari, meliputi: penyampaian materi kebencanaan dan evakuasi (hari pertama), praktik penggunaan alat pemadam dan simulasi evakuasi (hari kedua), serta evaluasi dan penguatan pemahaman melalui kuis dan penyusunan komitmen siswa (hari ketiga). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap tindakan tanggap darurat, ditunjukkan melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test yang meningkat rata-rata 40%. Siswa juga menunjukkan partisipasi aktif dalam praktik pemadaman dan simulasi evakuasi. Komitmen siswa untuk menjaga keselamatan lingkungan sekolah dari risiko kebakaran menjadi indikator keberhasilan program ini.
Studi Perbandingan : Kualitas Hidup Pasien Kanker Paru Yang Menjalani Kemoterapi Dengan Yang Menolak Kemoterapi Ferry Dwi Kurniawan; Rinaldy; Mikhwanul Jumar
Journal of Medical Science Vol 7 No 1 (2026): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v7i1.257

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di dunia. Selain angka kelangsungan hidup, kualitas hidup (Quality of Life/QoL) merupakan indikator penting keberhasilan terapi kanker. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas hidup pasien kanker paru antara kelompok yang menjalani kemoterapi dengan kelompok yang menolak kemoterapi dengan menggunakan instrumen penilaian WHOQOL-BREF.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan kualitas hidup pasien kanker paru sebelum dan sesudah menjalani kemoterapi. Penelitian dilakukan di Ruang Rawat Inap dan Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan Juni hingga September 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kanker paru yang menjalani pengobatan kemoterapi, dan sampel adalah pasien yang baru pertama kali menjalani kemoterapi serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 orang, terdiri dari 38 pasien yang menjalani kemoterapi dan 6 pasien yang menolak kemoterapi.Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF yang mencakup empat domain, yaitu kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kualitas hidup pasien pada keempat domain WHOQOL-BREF tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok yang menjalani kemoterapi dan kelompok yang menolak kemoterapi. Pada domain fisik, pasien kemoterapi memiliki skor rata-rata 46,00, sedangkan pasien yang menolak kemoterapi 50,00 (p=0,461). Pada domain psikologis, rata-rata skor kelompok kemoterapi adalah 53,84 dan pasien non-kemo 54,33 (p=0,909). Pada domain hubungan sosial, pasien kemoterapi memperoleh skor rata-rata 56,47 dan pasien non-kemo 53,00 (p=0,540). Sementara itu, pada domain lingkungan, pasien kemoterapi memiliki skor rata-rata 54,37 dan pasien non-kemo 56,33 (p=0,638).Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas hidup pasien kanker paru yang menjalani kemoterapi tidak berbeda bermakna dengan pasien yang menolak kemoterapi pada semua domain WHOQOL-BREF. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien kanker paru kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi fisik dasar, dukungan sosial, dan lingkungan dibandingkan keputusan menjalani kemoterapi itu sendiri.
Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Campuran Tandan Kosong Kelapa Sawit ( TKKS ) Sebagai Serat Pada Perencanaan Mutu Beton K-225 Di PT.Socfindo Kabupaten Nagan raya Roziandi; Rinaldy; Teuku Farizal
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 3 No. 2 (2022): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v3i2.374

Abstract

Beton banyak digunakan dalam industri konstruksi. Hal ini disebabkan fakta bahwa beton dapat ditempa dan tidak akan berubah bentuk seiring waktu.. Beton tetap menjadi bahan bangunan paling umum hingga saat ini. Beton yang komposisi bahannya terdiri dari semen, air, dan agregat atau dengan menambahkan aditif merupakan jenis beton yang paling banyak ditemukan di pasaran. Kekuatan lentur dan kekerasan beton yang rendah membuatnya menjadi bahan konstruksi yang buruk. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang berbeda untuk menahan kuat lentur tersebut, seperti penambahan serat pada campuran beton. Ide dasarnya adalah memperkuat beton secara alami dengan menambahkan serat ke dalam campuran secara acak, sehingga mencegah retak dini akibat beban atau karena panas hidrasi. Pada penelitian ini, bahan campuran serat yang digunakan adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kuat tekan beton dengan menambahkan tandan kosong kelapa sawit sebagai serat pada bahan campuran perencanaan beton K-225. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dari percobaan untuk mengadakan suatu hasil yang dilakukan di PT. Socfindo kabupaten Nagan Raya. Dari hasil penelitian didapatkan data pada benda uji dengan kekuatan rata-rata, benda uji tanpa additif adalah sebesar 117,111 kg/cm2, benda uji dengan bahan campuran 5% adalah sebesar 56,667 kg/cm2, serta benda uji dengan bahan campuran 7% adalah sebesar 54,400 kg/cm2. Data pengujian yang diperoleh ternyata mutu beton K-225 tidak memenuhi standart kuat tekan beton dan dapat disimpulkan bahwa campuran tandan kelapa sawit tidak memenuhi dari klasifikasi mutu beton K rencana karena kuat tekannya berkurang secara signifikan, berbanding lurus dengan penambahan bahan campuran.