Tujuan-Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh social media marketing, kualitas pelayanan, kepercayaan konsumen, dan citra merek terhadap keputusan pembelian pada konsumen thrift 024.CASUAL di Kota Semarang. Penelitian ini berfokus pada analisis sejauh mana aktivitas pemasaran melalui media sosial, mutu pelayanan yang diberikan, tingkat kepercayaan konsumen, serta persepsi citra merek yang terbentuk mampu memengaruhi kecenderungan konsumen dalam menentukan keputusan pembelian. Selain itu, penelitian ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi faktor yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap keputusan pembelian, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak 024.CASUAL dalam merumuskan strategi pemasaran dan peningkatan kualitas layanan yang lebih efektif serta berorientasi pada pengalaman konsumen. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk menguji pengaruh social media marketing, kualitas pelayanan, kepercayaan konsumen, dan citra merek terhadap keputusan pembelian pada konsumen 024.CASUAL di Kota Semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik non-probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan SPSS dengan teknik regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan pengujian hipotesis. Hasil - Penelitian menunjukkan bahwa variabel social media marketing, kualitas pelayanan, dan kepercayaan konsumen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen 024.CASUAL di Kota Semarang. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin optimal strategi pemasaran melalui media sosial, semakin baik mutu pelayanan, serta semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen, maka kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian juga akan semakin meningkat. Sebaliknya, citra merek terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, yang menandakan bahwa persepsi merek yang terbentuk belum sepenuhnya didukung oleh pengalaman nyata konsumen, sehingga menimbulkan ekspektasi yang terlalu tinggi dan berpotensi menurunkan keputusan pembelian. Implikasi - Bagi penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa studi di masa mendatang dapat mengembangkan model penelitian dengan menambahkan variabel lain yang relevan, seperti harga, promosi, kualitas produk, kepuasan, dan loyalitas pelanggan guna memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian pada bisnis thrift. Penelitian berikutnya juga disarankan untuk menggunakan jumlah responden yang lebih besar serta menerapkan teknik probability sampling agar hasil penelitian memiliki tingkat generalisasi yang lebih luas. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengombinasikan pendekatan kualitatif atau metode campuran (mixed method) untuk menggali secara lebih mendalam pengalaman, persepsi, serta alasan psikologis konsumen terkait temuan pengaruh negatif citra merek, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku konsumen pada industri thrift fashion. Orisinalitas - Penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan survei melalui kuesioner yang secara langsung menggali persepsi subjektif konsumen 024.CASUAL terhadap social media marketing, kualitas pelayanan, kepercayaan konsumen, dan citra merek dalam memengaruhi keputusan pembelian. Pengumpulan data yang bersumber dari pengalaman dan penilaian pribadi responden memungkinkan penelitian ini merekam kondisi nyata serta persepsi aktual konsumen pada industri thrift fashion, khususnya pada objek 024.CASUAL di Kota Semarang. Pendekatan ini memberikan gambaran empiris yang lebih kontekstual mengenai perilaku konsumen, serta menghasilkan temuan unik berupa pengaruh negatif citra merek terhadap keputusan pembelian yang jarang ditemukan dalam penelitian sejenis.