Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat berimplikasi pada berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH), sehingga diperlukan evaluasi kualitas RTH sebagai ruang publik yang berfungsi ekologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung dan kualitas visual lanskap RTH Taman Mebere, Kelurahan Lasoani, Kota Palu, sebagai dasar perumusan rekomendasi penataan dan pengelolaan RTH. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran tapak, dokumentasi, serta wawancara dengan pengunjung pada waktu kunjungan aktif. Analisis kualitas visual lanskap menggunakan metode modifikasi Visual Resources Assessment Procedure (VRAP) dengan pembagian zona visual, yaitu zona visual dan tepi, zona inti bawah, zona inti atas, dan zona pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas visual Taman Mebere bervariasi antar zona. Zona inti bawah memiliki kualitas visual tertinggi yang didukung oleh keberadaan elemen air, keragaman vegetasi, dan intensitas aktivitas pengguna. Zona inti atas dan zona pendukung menunjukkan kualitas visual sedang hingga tinggi yang berfungsi menjaga kesinambungan pengalaman visual. Sementara itu, zona visual dan tepi memiliki kualitas visual rendah–sedang dan memerlukan penguatan identitas visual. Secara keseluruhan, keberagaman vegetasi, elemen air, dan aktivitas pengguna merupakan faktor utama pembentuk kualitas visual taman. Rekomendasi perbaikan diarahkan pada penguatan identitas kawasan, peningkatan kualitas vegetasi, optimalisasi zona transisi, serta integrasi fungsi ekologis dan sosial untuk mewujudkan RTH yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.