Pembangunan dalam bidang konstruksi semakin berkembang, terutama dari segi desain maupun metode pelaksanaannya. Pembangunan bidang konstruksi menghasilkan produktivitas yang berbeda, sehingga berpengaruh terhadap mutu, waktu dan biaya pelaksanaan, maka dalam pelaksanaan dilakukan secara efisien dan efektif. Dalam pelaksanaan struktur beton ada beberapa metode yang dipakai salah satunya adalah metode konvensional yaitu dilakukan langsung di lokasi. Pembangunan Villa Guilherme Berawa, Canggu menggunakan metode konvensional, terjadi beberapa masalah yaitu dari segi waktu terjadi keterlambatan, dan dari segi tempat memerlukan lokasi penyimpanan material yang luas. Terjadinya permasalahan yang timbul di lapangan, maka dicoba alternatif yaitu metode ready mix. Dari segi waktu pelaksanaan ready mix lebih cepat, dan dari segi lokasi tidak kesulitan menempatkan material. Dari segi sumber daya tidak membutuhkan sumber daya yang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan dari segi biaya dan waktu pelaksanaan pengecoran konvensional dengan ready mix khususnya pada pekerjaan beton balok dan pelat lantai dua. Diperlukan analisis untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas antara kedua metode ini. Hasil penelitian menunjukkan metode konvensional memerlukan biaya sebesar Rp. 158.728.450,00 dengan waktu pelaksanaan 8 hari, sedangkan metode ready mix sebesar Rp. 186.606.936,00 dengan waktu pelaksanaan hanya 1 hari. Selisih biaya antara kedua metode adalah Rp 27.878.486,00 yaitu ready mix lebih mahal sekitar 17,6 %. Perbedaan waktu sangat signifikan, ready mix mampu mempercepat proses pekerjaan hingga 7 hari. Dari sisi biaya metode konvensional terbukti lebih ekonomis, namun dari sisi waktu metode ready mix jauh lebih efisien.