Proyek konstruksi didefinisikan sebagai aktivitas tunggal dengan durasi yang terbatas. Pengaturan jadwal sangat krusial untuk memproyeksikan durasi aktivitas, mengukur dampak pergeseran waktu, serta mengelola sumber daya secara efisien. Berdasarkan hasil observasi ditemukan adanya deviasi negatif pada progres mingguan pembangunan Ruang Perawatan Wing Utara Tahap 1 RSU Payangan. Proyek mengalami fluktuasi keterlambatan dalam tiga periode, dengan deviasi negatif sebesar 0,197% pada minggu ke-8, meningkat menjadi 0,743% pada minggu ke-9, dan sedikit membaik menjadi 0,226% pada minggu ke-10. Langkah percepatan menjadi esensial. Studi ini menerapkan metode Fast Track berbantuan Microsoft Project sebagai solusi untuk mengejar ketertinggalan jadwal tersebut. Data-data yang digunakan pada penelitian ini berupa time schedule rencana, time schedule realisasi, laporan harian dan laporan mingguan serta kalender proyek. Data mengenai uraian, durasi, dan keterkaitan antarpekerjaan dihimpun dari jadwal rencana, sedangkan perkembangan proyek dipantau melalui laporan harian dan mingguan. Dengan mempertimbangkan kalender kerja, seluruh data tersebut diolah menggunakan Microsoft Project 2007 untuk mengidentifikasi lintasan kritis. Hasil analisis terhadap 3.570 item pekerjaan menunjukkan bahwa terdapat 21 aktivitas yang berada pada jalur kritis dengan durasi total 289 hari. Meskipun dilakukan upaya percepatan menggunakan metode fast track, durasi proyek tetap tidak berubah. Hal ini disebabkan oleh aktivitas pada lintasan kritis yang telah mencapai batas maksimal percepatan serta ketiadaan nilai float, sehingga durasi pelaksanaan tetap bertahan pada 289 hari.