Masalah utama yang sering dihadapi dalam budidaya ikan lele umumnya berkaitan dengan aspek pakan, kualitas air, penyakit ikan, dan manajemen usaha. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi peternak ikan lele adalah biaya pakan yang tinggi, karena pakan menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya produksi. Adapun mitra dalam pengabdian ini adalah P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan) Dian Aquatik Indonesia yang berbudidaya ikan lele yang dimiliki oleh Bapak Ir. H Syammaun Usman, M.Si di Jalan Bunga Kardiol No.49 Medan yang telah berdiri sejak tahun 2013. Tujuan kegiatan PKM agar mitra dapat menambah sumber pendapatan baru dengan menjual pakan pelet apung kepada pembudidaya ikan air tawar disekitar lokasi mitra, dimana pendapatan menjual pakan ikan air tawar memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan hanya ikan lele ke pasar, serta mitra dapat membuat pakannya secara mandiri. Adapun tahapan metode pelaksanaan meliputi Sosialisasi Terkait Manfaat Penggunaan Teknologi Mesin Pelet Terapung, Penerapan Teknologi Mesin Pelet Terapung, Pelatihan Manajemen Operasional dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Pelatihan Teknis Manajemen Pemasaran, dan launching produk. Hasil yang diperoleh adalah Pengetahuan 10 staf mitra akan penggunaan mesin pelet terapung beserta keuntungan ekonomisnya yang dipantau dari hasil post test dengan nilai diatas 70, Mitra dapat membuat 90% pelet memenuhi standar apung dan kekerasan, Penggunaan pelet organik apung buatan sendiri, tidak adanya kecelakaan kerja dalam proses pembuatan pelet apung, terjualnya 100 Kg pakan dalam bulan pertama.