Media tanam topsoil untuk pembibitan kakao semakin terbatas dan sebagai alternatif dapat digunakan tanah subsoil, tetapi kesuburannya ditingkatkan dengan penambahan asam humat. Selain itu, untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik pada tahap pembibitan dapat digunakan pupuk hayati Plant Growth Promoting Rizhobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi asam humat dan PGPR terbaik, serta interaksi keduanya dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit kakao di media tanam subsoil. Penelitian dilaksanakan di lahan kebun bibit tanaman perkebunan, Laboratorium Pengelolaan Tanaman Perkebunan, Politeknik Negeri Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi asam humat (tiga taraf: 0; 5; dan 7,5 g/L). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (empat taraf: 0; 25; 50; dan 75 mL/L). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji lanjut jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara asam humat dengan PGPR pada tingkat kehijauan daun dan bobot kering tajuk, dengan konsentrasi paling optimum pada perlakuan 0 g/L asam humat + 25 mL/L PGPR dan 5 g/L asam humat + 50 mL/L PGPR. Pemberian asam humat secara mandiri berpengaruh pada bobot kering akar dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 0 g/L dan 5 g/L asam humat, dan pada luas daun untuk konsentrasi 0 g/L asam humat. Pemberian PGPR secara mandiri berpengaruh pada bobot kering akar, luas daun, dan jumlah daun 30 HSA. Konsentrasi aplikasi PGPR terbaik untuk bobot kering akar dan luas daun adalah 75 mL/L, sedangkan untuk jumlah daun 30 HSA adalah 50 mL/L.