Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The impact of the PLASI App on DPT and polio immunization visits for children 0–9 months Budiarti, Anggi Sri; Nurlatifah, Teni; Herawati, Yanti; Mahwati, Yeni; Lestari, Meti Widiya; Sutisna, Ma’mun
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2755

Abstract

Latar Belakang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Immunization Agenda 2030 mendorong inovasi digital untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Intervensi digital dapat meningkatkan akses informasi dan partisipasi masyarakat, meskipun kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan. Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi PLASI (Penyedia Layanan Informasi Imunisasi) terhadap kunjungan imunisasi Diphtheria, Pertussis, Tetanus, dan Polio pada anak. Metode: Aplikasi PLASI, sebagai media digital yang menyajikan informasi imunisasi melalui audio, visual, dan grafik, diuji menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest–posttest control group. Penelitian melibatkan 135 ibu di Desa Klari, Karawang, yang memiliki bayi usia 0–9 bulan dan mengikuti kegiatan posyandu pada Januari–Mei 2024. Dengan teknik purposive sampling, dipilih 80 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (pengguna PLASI) dan kontrol (non-pengguna). Instrumen yang digunakan meliputi aplikasi PLASI, kuesioner pretest–posttest (pengetahuan ibu), dan lembar observasi kunjungan imunisasi. Hasil: Uji McNemar menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kunjungan imunisasi DPT (p=0,020) dan polio (p=0,020) pada kelompok pengguna PLASI dibandingkan kelompok kontrol. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil dan perubahan jadwal yang mendadak. Simpulan: Aplikasi PLASI efektif dalam meningkatkan kunjungan imunisasi melalui peningkatan akses informasi dan partisipasi masyarakat. Namun, diperlukan upaya untuk mengatasi hambatan yang ada, seperti keterbatasan teknologi dan kendala layanan, melalui edukasi kesehatan yang terarah, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta evaluasi berkala agar intervensi digital dapat berkelanjutan dan adaptif, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.