Pembangunan infrastruktur makro di kawasan industri sering dianggap sebagai pendorong kesejahteraan, namun dampaknya terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sering kali menunjukkan anomali. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan mengeksplorasi variabel kunci yang memengaruhi kualitas hidup MBR melalui pendekatan grounded theory. Metodologi yang digunakan adalah wawancara mendalam terhadap 10 responden yang terbagi dalam tiga klaster umur, yaitu : Klaster Tua (>45 tahun), Middle (35–45 tahun), dan Baru(<35 tahun), serta observasi teknis lapangan.Studi kasus di fokuskan pada kawasan perumahan MBR di wilayah industri Cikarang untuk mendapatkan data yang spesifik. Data kualitatif dikonversi melalui proses kodifikasi untuk menghasilkan skala prioritas masalah yang berlaku khusus pada lokasi amatan tersebut. Temuan awal menunjukkan bahwa penurunan kinerja infrastruktur lingkungan (drainase/banjir) dan isu keamanan mendapatkan skor tertinggi (4 dari 5), sementara beban biaya ekonomi informal menjadi kendala krusial bagi klaster pedagang. Analisis visual mengungkap adanya paradoks pembangunan, di mana kemegahan gerbang tol bersandingan langsung dengan degradasi perkerasan jalan lokal dan kegagalan sistem fungsional drainase. Simpulan penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual model prediksi yang menempatkan kinerja fisik infrastruktur sebagai faktor moderasi kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80% dari variabel kualitas hidup MBR dipengaruhi oleh stabilitas infrastruktur lingkungan (drainase dan jalan lokal), sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi informal. Hasil ini menjadi landasan untuk pengembangan model matematis kualtas hidup pada tahap penelitian selanjutnya.