Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika guru dalam mengimplementasikan aksi nyata Platform Merdeka Mengajar (PMM) di sekolah dasar serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya, khususnya di SDN 060899 Medan Maimun. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh guru yang telah melaksanakan aksi nyata berbasis PMM, dilengkapi observasi langsung dan dokumentasi untuk memperoleh data alamiah tanpa manipulasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi fenomena, persepsi, dan solusi dari responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai aksi nyata seperti pembelajaran berdiferensiasi, penggunaan media teknologi, dan diskusi aktif siswa, yang membawa perubahan positif berupa metode mengajar yang lebih inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa. Namun, problematika guru mencakup keterbatasan sarana teknologi, manajemen waktu yang sulit akibat tugas administratif, keragaman kebutuhan siswa, kurangnya pelatihan khusus PMM, serta kendala jaringan internet dan gangguan siswa. Sebagian guru telah mengikuti pelatihan terkait pembelajaran inklusif dan pengembangan modul digital, meskipun sarana pendukung seperti laptop dan proyektor tersedia namun tidak selalu memadai. Untuk mengatasi kendala, guru melakukan kolaborasi dengan rekan sejawat, memanfaatkan sumber belajar online, dan mengatur jadwal secara bertahap, walaupun beberapa masih kesulitan dalam manajemen waktu. Penelitian ini memberikan gambaran aktual tentang implementasi PMM di sekolah dasar, menekankan perlunya dukungan pelatihan dan fasilitas lebih baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.