Filter By Year

1945 2024


Found 2 documents
Search 10.58764/j.im.2026.7.153 , by doi

Diskresi Hakim Pengadilan Agama Kotobaru Solok Terhadap Nafkah Isteri dan Hak Asuh Anak Dalam Hukum Keluarga Islam Yesi Marlina; Sri Yunarti; Farida Arianti; Zulkifli Zulkifli; Nofialdi Nofialdi
AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.im.2026.7.153

Abstract

This study aims to conduct an in-depth analysis of the discretion of judges at the Kotobaru Solok Religious Court in determining the amount of alimony for wives and child custody in divorce cases. This study also evaluates the driving and inhibiting factors faced by judges in exercising this discretion, by examining the alignment of their decisions with the principles of Islamic family law. The research method employed was qualitative field research. Primary data sources were obtained through direct interviews with the Panel of Judges, while secondary data were sourced from official divorce case documents at the Kotobaru Solok Religious Court. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, which were then analyzed using domain, taxonomic, and conventional analysis methods, and strengthened by source and time triangulation techniques to ensure data validity. The results indicate that the application of judges' discretion in determining alimony for wives after a divorce is significantly influenced by the dynamics of the parties' social and economic conditions. Judges strive to strike a balance between the husband's financial capabilities and the wife's basic needs, based on the principles of maqasid sharia, particularly in maintaining the safety of life (hifz an-nafs) and protecting property (hifz al-mal). Regarding child custody, judicial discretion is fully oriented toward the best interests of the child to ensure a healthy physical and emotional growth and development environment, in accordance with the principle of hifz an-nasl. Decisions made through this discretion aim to achieve balanced, substantial justice for all parties without disregarding Quranic principles, such as Surah At-Talaq verse 7, which emphasizes providing maintenance according to one's ability. Integrally, the practice of discretion at the Kotobaru Solok Religious Court has proven consistent in protecting the rights of vulnerable wives and children within the framework of Islamic law.
Diskresi Hakim Pengadilan Agama Kotobaru Solok Terhadap Nafkah Isteri dan Hak Asuh Anak Dalam Hukum Keluarga Islam Yesi Marlina; Sri Yunarti; Farida Arianti; Zulkifli Zulkifli; Nofialdi Nofialdi
AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.im.2026.7.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai diskresi hakim Pengadilan Agama Kotobaru Solok dalam menentukan besaran nafkah istri dan penetapan hak asuh anak pada perkara perceraian. Studi ini juga mengevaluasi faktor pendorong serta penghambat yang dihadapi hakim dalam menerapkan diskresi tersebut, dengan meninjau keselarasan keputusan mereka terhadap prinsip-prinsip hukum keluarga Islam. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan Majelis Hakim, sementara data sekunder berasal dari dokumen resmi perkara perceraian di Pengadilan Agama Kotobaru Solok. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis domain, taksonomi, dan konvensional, serta diperkuat dengan teknik triangulasi sumber dan waktu untuk menjamin validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diskresi hakim dalam menetapkan nafkah istri pasca perceraian sangat dipengaruhi oleh dinamika kondisi sosial dan ekonomi para pihak. Hakim berupaya menciptakan keseimbangan antara kemampuan finansial suami dan kebutuhan mendasar istri dengan berlandaskan pada prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keselamatan jiwa (hifz an-nafs) dan perlindungan harta (hifz al-mal). Terkait hak asuh anak, diskresi hakim berorientasi penuh pada kepentingan terbaik anak (best interest of the child) demi menjamin lingkungan tumbuh kembang yang sehat secara fisik maupun emosional, sesuai prinsip hifz an-nasl. Putusan yang dihasilkan melalui diskresi ini bertujuan mewujudkan keadilan substansial yang seimbang bagi semua pihak tanpa mengabaikan dalil Al-Qur'an, seperti Surah At-Talaq ayat 7, yang menekankan pemberian nafkah sesuai kesanggupan. Secara integratif, praktik diskresi di PA Kotobaru Solok terbukti konsisten dalam melindungi hak-hak rentan istri dan anak dalam kerangka hukum Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 2