Filter By Year

1945 2024


Found 37 documents
Search PRESERVASI BAHAN PUSTAKA

MELESTARIKAN NASKAH KUNO MELALUI KEGIATAN PRESERVASI BAHAN PUSTAKA (Studi tentang kegiatan preservasi naskah kuno “Sanghyang Raga Dewata” di Museum Sri Baduga Provinsi Jawa Barat) Yunus Winoto; Rakanda Ibrahim
Jurnal Artefak Vol 8, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.717 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i1.4842

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji tentang kegiatan pelestarian naskah kuno. Lokasi penelitian dilakukan di Museum Negeri Sri Baduga Provinsi Jawa Barat. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah naskah kuno yang bernama  Sangyhyang Raga Dewata yakni suatu naskah yang menceritakan mengenai kosmologis penciptaan alam semesta menurut masyarat Sunda. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi serta melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam membuat kebijakan pelestarian naskah kuno khususnya naskah Sanghyang Raga Dewata ada perlakuan khusus dalam melakukan tindakan yang bersifat preventif yakni dalam perawatannya tidak meggunakan minyak sereh maupun kemiri eperti pada jenis naskah kuno lainnya. Hal ini dikarenakan naskah kuno Sanghyang Raga Dewata terbuat dari daun nipah dan tinta, sehingga sangat rentan terhadap kerusakan jika menggunakan minyak sereh atau kemiri. Sedangkan untuk tindakan yang bersifat kuratif pihak musium Sri Baduga  telah melakukan tiga kali tindakan kuratif yang berupa teknik enkapsulasi serta teknik yang berupa alih media.The study aims to examine the preservation of ancient texts. The location of the study was conducted at the Sri Baduga Maharaja Museum, West Java Province. The object of this research is an ancient text called Sangyhyang Raga Dewata, a text that tells the cosmological creation of the universe according to the Sundanese masses. The method used in this study is a qualitative method with data collection techniques in the form of interviews, observation and through library research. Based on the results of the study it can be seen that in making the preservation of ancient manuscripts, especially the Sanghyang Raga Dewata manuscript, there is a special treatment in carrying out preventive actions, namely in the treatment not using citronella oil or candlenut as in other types of ancient manuscripts. This is because the Sanghyang Raga dewata is made of nipah leaves and ink, so it is very vulnerable to damage if using citronella or candlenut oil. Whereas for curative actions the museum Sri Baduga has carried out three curative actions in the form of encapsulation techniques and techniques in the form of media transfer.
Preservasi Bahan Pustaka Menggunakan Teori Piramida Preservasi di Perpustakaan Pascasarjana Universitas Negeri Padang Sharlino, M. Zacky; Nurizzati, Nurizzati
ARZUSIN Vol 4 No 4 (2024): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v4i4.3421

Abstract

This study aims to describe the preservation of library materials, the factors that cause damage, and the obstacles faced by librarians in preserving the Postgraduate Library of Padang State University. The method used is descriptive qualitative data collection techniques through interviews and documentation. The results showed that the preservation activities carried out include cleaning dust, tidying up books, regulating room temperature, and checking collections. Factors causing damage to library materials include environmental factors such as light, biological factors, especially termites and insects, and Human Factors. Constraints faced by librarians in the preservation is the lack of budget, limited library personnel, and lack of complete preservation equipment. It is recommended that libraries improve the implementation of preservation, conduct training for librarians, provide special rooms and funds, and equip preservation equipment as needed.preservation, library materials, damage factors, preservation constraints
PRESERVASI BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT UIN IMAM BONJOL PADANG (STUDI KASUS KERUSAKAN BAHAN PUSTAKA KARENA FAKTOR BIOTIS) Nurul Zalmi
Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Vol. 11 No. 2 (2019): Shaut Al-Maktabah
Publisher : Program Studi Diploma Tiga Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.538 KB) | DOI: 10.37108/shaut.v11i2.252

Abstract

Preservasi bahan pustaka sangat erat kaitannya dengan perpustakaan mengingat perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya bahan pustaka yang dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi para pengguna. Peran aktif pustakawan sangat diharapkan dalam mengontrol kondisi bahan pustaka yang ada di perpustakaan. Tugas seorang pustakawan adalah untuk merawat, menjaga, serta memperbaiki bahan pustaka. Hal ini haruslah diperhatikan dan diketahui oleh para pustakawan. Menyimpan serta memelihara bahan pustaka harus dilakukan dalam kondisi yang baik. Hal ini berfungsi untuk mencegah kerusakan bahan pustaka. Mengingat koleksi bahan pustaka yang pada umumnya terbuat dari kertas dan menggunakan bahan perekat. Bahan kertas dan bahan perekat ini dapat mengalami kerusakan, baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor biotis juga sangat rentan dating untuk merusak bahan pustaka yang ada. Tulisan ini ingin melihat Bagaimana proses preservasi bahan pustaka akibat faktor biotis di Perpustakaan Pusat UIN Imam Bonjol Padang?
PRESERVASI KOLEKSI BAHAN PUSTAKA AKIBAT BENCANA ALAM DI PERPUSTAKAAN SDN KUDANG TASIKMALAYA oktaningrum, eka dian; perdana, fitri
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.21 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i1.11469

Abstract

ABSTRACTElementary School Library Kudang Manonjaya Tasikmalaya as one of the rescue efforts of library materials from further damage by appropriate methods commonly referred to preservation activities. Preservation in question is the preservation of library materials that aim to maintain and preserve library materials from further destruction and extinction. After a disaster occurs with a bad impact on the condition of the library needed a plan to restore the library to its original normal conditions, when the recovery process can not be done quickly it is feared physical facilities both buildings, collections, inventory, document, and archive will undergo further damage and can not be saved anymore. This study used a qualitative approach, with greater emphasis in the way of description reveal phenomena experienced by study subjects. The subject of research that SDN library Kudang Manonjaya District of Tasikmalaya regency. The object studied is the preservation process before, during and after the incident occurrence earthquake. Results from this study indicate that preservation before disaster events has not been properly implemented among others is the establishment of the natural disaster prevention planning team. At the time of the incident, Tasikmalaya earthquake of 2009 occurred at 14:55:21 pm, at which time the teaching and learning activities in SDN Kudang been completed, so that no one who was on the scene. Under these conditions of preservation at the time of earthquake occurrence is only carried out on goods that are at risk of more severe damaged. Preservation after earthquake occurrence has been able to be implemented properly. Rescue efforts of library materials held in SDN Kudang post events Tasikmalaya earthquake of 2009 are to evacuate the library materials, identify the types of library materials are damaged, then the restoration, cleaning, tightening the cover, patch, connect, and rebinding.  ABSTRAK Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Kudang Manonjaya Tasikmalaya merupakan salah satu sekolah yang terkena bencana alam, sebagai salah satu upaya penyelamatan bahan pustaka dari kerusakan yang lebih parah maka dilakukanlah kegiatan preservasi. Preservasi yang dimaksud adalah pelestarian bahan pustaka yang bertujuan untuk memelihara dan menjaga bahan pustaka dari kerusakan lebih lanjut dan dari kepunahan. Setelah bencana terjadi dengan dampaknya yang buruk terhadap kondisi perpustakaan dibutuhkan suatu perencanaan untuk mengembalikan perpustakaan kepada kondisi normal semula, bila proses recovery tidak bisa dilakukan secara cepat maka dikhawatirkan fasilitas fisik baik gedung, koleksi, invenstori, dokumen, dan arisp akan mengalami kerusakan yang lebih parah dan tidak bisa diselamatkan lagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lebih menekankan cara deskripsi dalam mengungkapkan fenomena yang dialami oleh subyek penelitian. Adapun yang menjadi subyek penelitian yaitu perpustakaan SDN Kudang Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Objek yang dikaji adalah proses preservasi sebelum, saat kejadian dan setelah kejadian bencana alam gempa bumi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa preservasi sebelum kejadian bencana belum dilaksanakan dengan baik diantaranya adalah belum dibentuknya tim perencanaan pencegahan bencana alam. Pada saat kejadian, Gempa Bumi Tasikmalaya Tahun 2009  terjadi pada pukul 14:55:21 WIB, dimana pada saat tersebut kegiatan belajar mengajar di SDN Kudang sudah selesai, sehingga tidak ada orang yang berada di lokasi. Dengan kondisi tersebut preservasi pada saat kejadian gempa bumi hanya dilakukan pada barang-barang yang beresiko rusak lebih parah. Preservasi setelah kejadian gempa bumi telah dapat dilaksanakan dengan baik. Upaya penyelamatan bahan pustaka yang dilaksanakan di SDN Kudang paska kejadian gempa bumi Tasikmalaya Tahun 2009 adalah dengan cara mengevakuasi bahan pustaka, mengidentifikasi jenis bahan pustaka yang mengalami kerusakan, kemudian  dilakukan pemulihan, pembersihan, pengencangan sampul, menambal, menyambung, dan  penjilidan ulang. 
PRESERVASI KOLEKSI BAHAN PUSTAKA AKIBAT BENCANA ALAM DI PERPUSTAKAAN SDN KUDANG TASIKMALAYA Eka Dian Oktaningrum; Fitri Perdana
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.21 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i1.11469

Abstract

ABSTRACTElementary School Library Kudang Manonjaya Tasikmalaya as one of the rescue efforts of library materials from further damage by appropriate methods commonly referred to preservation activities. Preservation in question is the preservation of library materials that aim to maintain and preserve library materials from further destruction and extinction. After a disaster occurs with a bad impact on the condition of the library needed a plan to restore the library to its original normal conditions, when the recovery process can not be done quickly it is feared physical facilities both buildings, collections, inventory, document, and archive will undergo further damage and can not be saved anymore. This study used a qualitative approach, with greater emphasis in the way of description reveal phenomena experienced by study subjects. The subject of research that SDN library Kudang Manonjaya District of Tasikmalaya regency. The object studied is the preservation process before, during and after the incident occurrence earthquake. Results from this study indicate that preservation before disaster events has not been properly implemented among others is the establishment of the natural disaster prevention planning team. At the time of the incident, Tasikmalaya earthquake of 2009 occurred at 14:55:21 pm, at which time the teaching and learning activities in SDN Kudang been completed, so that no one who was on the scene. Under these conditions of preservation at the time of earthquake occurrence is only carried out on goods that are at risk of more severe damaged. Preservation after earthquake occurrence has been able to be implemented properly. Rescue efforts of library materials held in SDN Kudang post events Tasikmalaya earthquake of 2009 are to evacuate the library materials, identify the types of library materials are damaged, then the restoration, cleaning, tightening the cover, patch, connect, and rebinding.  ABSTRAK Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Kudang Manonjaya Tasikmalaya merupakan salah satu sekolah yang terkena bencana alam, sebagai salah satu upaya penyelamatan bahan pustaka dari kerusakan yang lebih parah maka dilakukanlah kegiatan preservasi. Preservasi yang dimaksud adalah pelestarian bahan pustaka yang bertujuan untuk memelihara dan menjaga bahan pustaka dari kerusakan lebih lanjut dan dari kepunahan. Setelah bencana terjadi dengan dampaknya yang buruk terhadap kondisi perpustakaan dibutuhkan suatu perencanaan untuk mengembalikan perpustakaan kepada kondisi normal semula, bila proses recovery tidak bisa dilakukan secara cepat maka dikhawatirkan fasilitas fisik baik gedung, koleksi, invenstori, dokumen, dan arisp akan mengalami kerusakan yang lebih parah dan tidak bisa diselamatkan lagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lebih menekankan cara deskripsi dalam mengungkapkan fenomena yang dialami oleh subyek penelitian. Adapun yang menjadi subyek penelitian yaitu perpustakaan SDN Kudang Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Objek yang dikaji adalah proses preservasi sebelum, saat kejadian dan setelah kejadian bencana alam gempa bumi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa preservasi sebelum kejadian bencana belum dilaksanakan dengan baik diantaranya adalah belum dibentuknya tim perencanaan pencegahan bencana alam. Pada saat kejadian, Gempa Bumi Tasikmalaya Tahun 2009  terjadi pada pukul 14:55:21 WIB, dimana pada saat tersebut kegiatan belajar mengajar di SDN Kudang sudah selesai, sehingga tidak ada orang yang berada di lokasi. Dengan kondisi tersebut preservasi pada saat kejadian gempa bumi hanya dilakukan pada barang-barang yang beresiko rusak lebih parah. Preservasi setelah kejadian gempa bumi telah dapat dilaksanakan dengan baik. Upaya penyelamatan bahan pustaka yang dilaksanakan di SDN Kudang paska kejadian gempa bumi Tasikmalaya Tahun 2009 adalah dengan cara mengevakuasi bahan pustaka, mengidentifikasi jenis bahan pustaka yang mengalami kerusakan, kemudian  dilakukan pemulihan, pembersihan, pengencangan sampul, menambal, menyambung, dan  penjilidan ulang. 
PRESERVASI DIGITAL SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MELINDUNGI BAHAN PUSTAKA SEBAGAI BENDA BUDAYA
Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.23 KB)

Abstract

Perpustakaan sebagai bagian dari Lembaga Pusat Dokumentasi dan Informasi perlu mengikuti perkembangan teknologi informasi, peraturan pemerintah serta dinamika yang terjadi di masyarakat. Tak lepas juga Lokananta dan Produksi Film Negara (PFN) sebagai lembaga dokumentasi elektronik dituntut untuk menyelamatkan nilai informasi agar dapat dimanfaatkan dalam waktu yang relatif lebih lama. Oleh sebab itu perlu dilakukannya beberapa tahap langkah preventif yakni Preservasi teknologi (technology preservation), Preservasi dengan cara penyegaran atau pembaruan (refreshing), Preservasi dengan cara melakukan migrasi dan format ulang (migration and reformating), Preservasi dengan cara emulasi (emulation), Arkeologi dan Preservasi dengan cara mengubah data digital menjadi analog. Kata Kunci: Benda Budaya, Bahan Pustaka, Preservasi.
STRATEGI PRESERVASI DAN KONSERVASI BAHAN PUSTAKA DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN TRENGGALEK Machsun Rifauddin; Bagas Aldi Pratama
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol 2, No 1 (2020): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v2i1.2218

Abstract

Preservasi dan konservasi sebagai upaya untuk pelestarian bahan pustaka belum dilakukan secara maksimal di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses preservasi dan konservasi yang dilakukan serta kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Data diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian bahan pustaka sudah dilakukan sejak lama, namun belum maksimal. Kegiatan preservasi dan konservasi dilakukan untuk perbaikan dan perawatan bahan pustaka serta pencegahan dari faktor perusak. Alih media telah dilakukan terhadap koleksi-koleksi penting yang bernilai sejarah, namun hasilnya belum dapat dilayankan karena keterbatasan media dan keahlian pustakawan. Kendala dalam proses preservasi dan konservasi diantaranya keterbatasan tempat, kurangnya tenaga profesional, kurangnya dana, serta fasilitas yang kurang lengkap dan memadai.
Preservasi bahan pustaka di Perpustakaan Umum Kota Banjarmasin Rahmat Kautsar; Hamidi Ilhami; Muhammad Nur Effendi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 10, No 1: Juni 2022
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v10i1.6741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan preservasi dan kendala yang dihadapi oleh pustakawan di Perpustakaan Umum Kota Banjarmasin dalam melaksanakan kegiatan Preservasi Bahan Pustaka. Jenis penelitian dan pendekatan menggunakan jenis penelitian lapangan dan pendekatan kualitatif, yaitu metode yang menghasilkan data deskriptif menyangkut kegiatan preservasi bahan pustaka dan kendala yang dihadapi di perpustakan umum Kota Banjarmasin menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan penulis dengan menggunakan model Huberman yang terdiri tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Kegiatan preservasi bahan pustaka di perpustakaan umum Kota Banjarmasin yaitu adanya kegiatan preservasi yang diterapkan oleh perpustakaan antara lain penyampulan, lem atau perekat, membersihkan ruang dan rak perpustakaan, menambal dan menyambung kertas dan pengasapan. Kendala yang dihadapi oleh pustakawan dalam kegiatan preservasi yaitu kurangnya SDM dan kurangnya alokasi dana yang mencukupi untuk melaksanakan preservasi secara maksimal. Kegiatan preservasi di perpustakaan umum Kota Banjarmasin berjalan dengan baik hal ini terlihat adanya kegiatan penyampulan, menambal menyambung kertas, dll. Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya SDM dan alokasi dana. Sarannya perlu perhatian khusus pimpinan terhadap kegiatan preservasi, adanya pelatihan khusus terutama SDM yang mampu melakukan preservasi, perlunya alokasi dana yang teratur dan regular untuk kegiatan preservasi.
Strategi Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lamongan Agustin Sasmitasari Agustin Sasmitasari; Nurul Setyawati Handayani
Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 1 (2022): Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.032 KB) | DOI: 10.30742/tb.v6i1.1794

Abstract

ABSTRACTThe Lamongan Regional Library seeks to carry out preservation and conservation activities of library materials with the aim that users can take advantage of library materials without the existence of a damage. This study aims to find out about the preservation strategy and conservation of library materials at the Lamongan Regency Library Service and the obstacles faced. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained by conducting interviews with two librarians and observations with visiting the research site. The results showed that efforts were being made to preserve library materials by repairing damaged library materials. The librarian's strategy is to check library materials once a week and make improvements every day. In addition, the librarian also checks the library materials at the Subdistrict UPT in Lamongan and the reading garden in the Lamongan square every three months. However, there needs to be an increase every time from preservation and conservation of library materials and user awareness about the importance of maintaining collections when using them. Keywords: Preservation; Conservation; Library Material ABSTRAKPerpustakaan Daerah Lamongan berupaya melakukan kegiatan preservasi dan konservasi terhadap bahan pustaka dengan tujuan agar pemustaka bisa memanfaatkan bahan pustaka tanpa adanya suatu kerusakan. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui tentang strategi preservasi dan konservasi bahan pustaka di Dinas Perpustakaan Kabupaten Lamongan beserta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara kepada dua pustakawan dan observasi dengan mengunjungi tempat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan upaya yang dilakukan untuk melestarikan bahan pustaka dengan memperbaiki bahan pustaka yang rusak. Strategi pustakawan dengan melakukan pemeriksaan bahan pustaka setiap satu minggu sekali dan melakukan perbaikan setiap hari. Selain itu, pustakawan juga melakukan pemeriksaan bahan pustaka yang ada UPT Kecamatan yang ada di Lamongan dan taman baca yang berada di alun-alun Lamongan dilakukan tiga bulan sekali. Namun hal itu perlu adanya suatu peningkatan setiap waktunya dari kegiatan preservasi dan konservasi bahan pustaka dan kesadaran pemustaka tentang pentingnya menjaga koleksi saat memanfaatkannya.Kata Kunci: Preservasi; Konservasi; Bahan Pustaka
PRESERVASI DIGITAL SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MELINDUNGI BAHAN PUSTAKA SEBAGAI BENDA BUDAYA Arienda Addis Prasetyo
Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.23 KB) | DOI: 10.30742/tb.v2i2.554

Abstract

Perpustakaan sebagai bagian dari Lembaga Pusat Dokumentasi dan Informasi perlu mengikuti perkembangan teknologi informasi, peraturan pemerintah serta dinamika yang terjadi di masyarakat. Tak lepas juga Lokananta dan Produksi Film Negara (PFN) sebagai lembaga dokumentasi elektronik dituntut untuk menyelamatkan nilai informasi agar dapat dimanfaatkan dalam waktu yang relatif lebih lama. Oleh sebab itu perlu dilakukannya beberapa tahap langkah preventif yakni Preservasi teknologi (technology preservation), Preservasi dengan cara penyegaran atau pembaruan (refreshing), Preservasi dengan cara melakukan migrasi dan format ulang (migration and reformating), Preservasi dengan cara emulasi (emulation), Arkeologi dan Preservasi dengan cara mengubah data digital menjadi analog. Kata Kunci: Benda Budaya, Bahan Pustaka, Preservasi.

Page 1 of 4 | Total Record : 37