Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui gerakan tari.Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dan tekik tes. Setelah data diperoleh dianalisis dan direfleksi dengan menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru mengalami peningkatan dalam kemampuan merancang RKH pada siklus pertama mencapai nilai 2,29 (57%), siklus kedua mencapai nilai 3,67 (92%), dan siklus ketiga mencapai nilai 3,95 (98%). 2) Guru juga mengalami peningkatan dalam proses pembelajaran pada siklus pertama mencapai nilai 2,47 (62%), siklus kedua mencapai nilai 3,81 (95%), dan siklus ketiga mencapai 3,94 (98%). 3) Adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak dengan menggunakan media gerakan tari pada siklus I jumlah anak yang sudah berkembang sesuai harapan menjadi 20 % atau 4 anak, sedangkan jumlah anak yang sudah berkembang sangat baik menjadi 10 % atau 1 anak. Pada siklus II jumlah anak yang sudah berkembang sesuai harapan menjadi 41 % atau 6 anak, sedangkan jumlah anak yang sudah berkembang sangat baik menjadi 39 % atau 5 anak. Dan pada siklus III jumlah anak berkembang sesuai harapan menjadi 36 % atau 5 anak, sedangkan jumlah anak yang sudah berkembang sangat baik menjadi 64 % atau 9 anak. Hal ini membuktikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dengan gerakan tari dapat meningkatkan motorik kasar anak
Copyrights © 2017