Di Indonesia, kehilangan pendengaran dan ketulian masih merupakan salah satu masalah yang dihadapi masyarakat oleh karena kurangnya infrastruktur, kurangnya kesadaran dan pengetahuan publik tentang kesehatan indera pendengaran untuk mencegah penyakit tersebut. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk memperoleh data karakteristik penyakit telinga luar di klinik THT RSWS periode Januari-Desember 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian epidemiologi deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis. Jumlah pasien dengan penyakit telinga luar dalam penelitian ini adalah 984 kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tertinggi ditemukan pada kelompok usia> 50 tahun (21,7%) dan proporsi pasien lebih banyak pada laki-laki (50,2%) dibandingkan wanita (49,8%). Berdasarkan jenisnya, otitis eksterna merupakan jenis yang terbanyak yaitu 408 kasus (43,2%). Distribusi penyakit otitis eksterna berdasarkan jenis kelamin dan umur, diperoleh bahwa perempuan lebih banyak menderita otitiss eksterna dibandingkan laki-laki, sedangkan kelompok umur yang terbanyak adalah kelompok umur lebih dari 50 tahun diikuti dengan kelompok umur 0-10 tahun dengan jenis penyakit yang terbanyak adalah otitis eksterna difus profunda yaitu 24 kasus (57,4%). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa penyakit telinga luar secara umum lebih banyak ditemukan pada laki-laki dengan usia lebih dari 50 tahun. Sedangkan untuk jenis penyakit telinga luar yang paling banyak diderita adalah jenis otitis eksterna.
Copyrights © 2018