Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Vol 2, No 2: Oktober (2009)

PENENTUAN KAWASAN LAHAN KRITIS HUTAN MANGROVE DI PESISIR KECAMATAN MODUNG MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH

Yoga Ibnu Graha (Universitas Trunojoyo Madura)
Zainul Hidayah (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura)
Wahyu Andy Nugraha (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura)



Article Info

Publish Date
12 Oct 2009

Abstract

Fenomena konversi hutan mangrove dijadikan sebagai kawasan pertambakan dan pemukiman banyak dijumpai di kawasan pesisir Kecamatan Modung. Sayangnya, eksploitasi sumberdaya pesisir yang dilakukan selama ini, telah mengidentifikasikan fenomena kerusakan yang tidak hanya mengancam kemampuan ekosistem pesisir dalam menyediakan sumberdaya alam, tapi juga telah mereduksi kemampuannya dalam mencegah  bencana alam di wilayah pesisir. Untuk mengembalikan dan melestarikan funsi-fungsi ekosistem pesisir, maka perlu adaya upaya mengkuantifikasi nilai- nilai dari sumberdaya utama pesisir yang ada melalui Studi Penentuan Lahan Kritis Hutan Mangrove di Pesisir Kecamatan Modung Memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian menggunakan metode skoring serta analisis data. Untuk menilai Kekritisan Lahan digunakan 3 metode yaitu dengan menggunakan SIG dan Inderaja, Pengukuran langsung dilapang (terestris) dan secara sosial ekonomi. Total Nilai Skoring (TNS) tingkat kekritisan lahan mangrove di pesisir Kecamatan Modung melalui SIG dan Inderaja menunjukkan bahwa diseluruh Desa penelitian masuk kedalam kategori rusak. Sedangkan Total Nilai Skoring secara terestris (survey lapang) menunjukkan bahwa Desa yang termasuk dalam kategori rusak yaitu : Desa Karang Anyar, Suwaan, Langpanggang dan Desa Pangpajung.  Untuk kategori rusak berat terdapat di Desa Modung serta yang termasuk kategori tidak rusak yaitu Desa Patengteng.Total Nilai Skoring dari hasil wawancara terhadap responden menyatakan bahwa Desa Karang Anyar, Modung, Suwaan, Patengteng dan Desa Pangpajung termasuk dalam kategori dimana faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap kerusakan hutan mangrove. Sedangkan Desa Langpanggang termasuk dalam kategori faktor sosial ekonomi kurang berpengaruh terhadap kerusakan hutan mangrove. Kata kunci : Lahan kritis, mangrove, SIG dan Indraja

Copyrights © 2009






Journal Info

Abbrev

JK

Publisher

Subject

Description

This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and ...