Rendahnya hasil produksi padi petani di Desa Sawaru disebabkan oleh kelangkaan pupuk kimia dan tingginya harga pada musim tanam, sehingga petani tidak dapat membeli pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Sebaliknya, peternak memiliki sapi yang kotoran atau kotorannya berpotensi menjadi pupuk, baik dalam bentuk padat maupun cair. Pada saat yang sama, limbah jerami padi dapat diolah dan digunakan sebagai sumber makanan selama musim kemarau dan musim tanam, ketika pakan segar terbatas. Sistem integrasi sapi dan padi merupakan solusi terbaik untuk meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki petani melalui kegiatan integrasi sapi dan padi, penerapan teknologi pemanfaatan limbah padi menjadi pakan ternak, penerapan teknologi pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik yang diterapkan pada tanaman padi. Lokasi kegiatan berada di Desa Sawaru Kecamatan Camba Provinsi Sulawesi Selatan dan berlangsung dari bulan Maret sampai dengan Juni 2018, Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan, pembuatan demplot (demplot) dan pengawasan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan sistem sapi dan padi, pembuatan pakan fermentasi dari limbah jerami padi, pembuatan pupuk organik, peningkatan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki petani, dan peningkatan pendapatan usaha pertanian. yang menggandakan pendapatan sebelumnya sebelum penerapan pola integrasi.
Copyrights © 2019