Bahasa Arab telah hadir di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama, seiring dengan kehadiran bahasa Arab di Indonesia, kitab-kitab berbahasa Arab mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dengan menggunakan huruf Arab Pegon. Salah satu kitab yang menggunakan penerjemahan tersebut adalah kitab Bida>yatul-Hida>yah karya Imam Al-Ghazali yang diterjemahkan oleh Kyai Haji Hamma>m Na>shirud-Di>n Magelang. Kitab tersebut mengandung tuntunan umat muslim dalam bertata krama yang baik terhadap Allah SWT (at-thari>q al-‘ubu>diyyah). Dalam menerjemahkan kitab tersebut, penerjemah menggunakan model word for word translation yang cukup khas dan berkarakter. Pesan moral yang ada dalam kitab diungkapkan dengan syarah (penjelasan) dengan menggunakan bahasa Jawa. Tradisi penerjemahan Arab – Jawa ini tidak boleh punah dimakan oleh modernitas zaman dengan munculnya berbagai macam kamus elektronik bahasa Arab. Model penerjemahan Arab – Jawa ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kajian-kajian yang ada dalam perguruan tinggi terhadap model penerjemahan Arab – Jawa tersebut, baik dari sisi leksikal maupun teknik penerjemahannya. Sehingga, pada akhirnya outcome yang dapat dihasilkan adalah sebuah glosarium leksikon Arab – Jawa yang dapat dijadikan sebagai sumbangsih mutualisme antara bahasa Arab dan bahasa Jawa terhadap pembentukan moral dan karakter bangsa Indonesia. Kata Kunci: Penerjemahan Arab – Jawa, word for word translation, Semantik Leksikal, Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi, Kitab Terjemahan Bida>yatul-Hida>yah.
Copyrights © 2015