Abstrak: Fokus kajian dalam penelitian ini adalah analisis kritis terhadap metamorfosa keummian Sang Nabi dalam perspektif ilmu balaghah. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad hingga akhir hayatnya tetap menjadi seorang yang ummi. Kata ummi yang disematkan pada diri Nabi Muhammad dalam QS al-ankabut diungkapkan dengan penggunanan kata kerja atau verbal (fi’li) yang dinafikan dengan huruf ma yang arah maknanya adalah tidak ada dinamika dalam kehidupan beliau mengenai kegiatan baca tulis dan yang kedua dalam suart al-a’rof diungkap dengan kata berbentuk isim atau kata benda yang arah maknanya adalah tetap dan berkelanjutan. Adapun empat ayat (al-A’laq:1-5, al-Qolam 1-6, al-a’la 6-8, al-Bayyinah: 1-2) yang dipergunakan oleh Agus Mustofa untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad menjadi seorang yang pandai baca tulis terbantahkan dengan analisis balaghah secara tekstual dan kontekstual, ke empat ayat tersebut tidak tepat untuk dikatakan bukti bahwa keummian Nabi Muhammad bersifat temporer. Kata kunci: balaghah, ummi, tafsir tekstual, tafsir kontekstual
Copyrights © 2017