Bahasa Arab adalah bahasa agama yang telah dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai media dialog antara Tuhan dengan manusia. Semenjak diwahyukan sampai saat ini, proses transmisi ilmu-ilmu Islam tidak mungkin dipisahkan dari bahasa Arab. Setiap muslim secara pasti telah melafalkan kalimat berbahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, tidak semua orang Islam memahami apa yang telah mereka lafalkan. Kata tilawah pada Firman Allah subhanahu wa ta’ala bahwa membaca al-Qur’an adalah ibadah, al-muta’abbid bitulawatihi dimaknai secara terbatas pada membaca lafadz al-Qur’an tanpa memahami setiap kata yang dibaca. Dari fakta yang demikian, maka umat Islam banyak yang hanya bisa membaca dan menghafalkan lafadz berbahasa Arab namun tidak mengerti keseluruhan makna yang dibacanya. Fenomena buta makna dalam membaca bahasa Arab menjadi hal yang penting untuk ditanggulangi demi peningkatan kualitas ibadah umat Islam. Metode al-Kasysyaf merupakan sebuah metode yang lahir untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan di atas. Langkah-langkahnya ada tiga tahapan, yaitu 1) Singkap, 2) Cerap, dan 3) Ungkap. Metode pembelajarannya menekankan pada menyingkap makna kata dari kalimat-kalimat yang sering dilafalkan oleh umat Islam. Setelah menyingkap, pebelajar diajak untuk mencerap makna setiap kata, ada dua hal penting dalam proses cerap ini, yaitu mengaitkan kata dengan beragam derivasi kata (tashrif) dan menghubungkannya dengan kata Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Proses terakhir setelah mencerap adalah mengungkapkan kata yang telah mengendap dari proses singkap dan cerap. Tujuan dari proses ungkap ini adalah untuk melatih pebelajar mampu dan mengerti komunikasi sederhana dalam bahasa Arab. Kata kunci: Bahasa Arab, metode al-kasysyaf, singkap, cerap, ungkap
Copyrights © 2016