Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Karakteristik dan Fungsi Puisi Arab pada Masa Transisi Pemerintahan Dinasti Umayyah ke Dinasti Abbasiyah Hinduan, Najmah Al; Tohe, Achmad; Huda, Ibnu Samsul
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.2.1.5127

Abstract

The transition period of the Umayyad dynasty to the Abbasid dynasty occurred in a span of 100 years. There are fifteen great poets whose poetry represents the study of this research. The results of this study indicate that there are seven types of poetry found in the transition period, namely madh, hija, naqaidh, zuhud, gazal, khamriyyat, and fakhr. These seven poems have different characteristics to fulfill different functions. Among them are diction which uses connotative words, strong imagination, uses a lot of simile/tasybih, cynicism, sarcasm, personification, and metaphor/istia'rah.
Mushkilāt Ta‘līmi al-Lughah al-‘Arabiyyah fī Thailand wa al-Ḥulūl ‘Alaiha Masrupi, Masrupi; Murtadho, Nurul; Huda, Ibnu Samsul
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.2.1.5395

Abstract

The present research aims to describe linguistic and non-linguistic problems in Arabic learning process at “Songserm Wittaya Mulnithi Kuttao”, Thailand and to offer alternative solutions for both. This research uses descriptive qualitative research methods. The result of this research are linguistic and non-linguistic problems; the linguistic problems are the difficulty in pronouncing some Arabic letters, the presence of tashrif in Arabic, and the differences in sentence arrangement and the non-linguistic problems are the learning method I used did not have any variation, the learning media I used did not have any variation, and the students are not motivated to learn Arabic. The alternative solutions to the linguistic problem are the repeating of Arabic letters that are different by Siam language for phonology problems, simplify the material of binyah kalimah and the material of mawaqi’ al i’rob for morphology problems, the giving of patterns of jumlah ismiyyah and jumlah fi’liyah and their examples for syntax efficiency problems. The alternative solutions to the non-linguistic problem are the use of learning methods that are varied and in accordance with the learning objectives, student conditions, and the material taught for the problems in the learning method, the use of learning media that are varied for the problems in the learning media, developing students' enthusiasm by learning Arabic for the problems in students.
An Analysis of Moral Values in Kamil Kilani’s “Jelifer Fii Bilaadi Al-‘Amaaliqah” and Its Application in Diraasah Natsriyah Nadal Badi`; Hanik Mahliatussikah; Ibnu Samsul Huda; Nur Anisah Ridwan
Al-Arabi: Journal of Teaching Arabic as a Foreign Language Vol 4, No 2 (2020): Al-Arabi: Journal of Teaching Arabic as a Foreign Language
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um056v4i2p163-181

Abstract

This paper aims to (1) investigate moral values in “Jelifer fii bilaadil ’Amaaliqah” and (2) suggest the application of the moral values in the novel to the teaching and learning of dirasah natsriyah.This paper takes a descriptive qualitative approach. Zuchdi’s (1993) content analysis is used for data analysis method. The procedure includes inductive comparison, categorization, tabulation, and making inferences. The data is collected by following Ainin’s (2016) reading and note-taking techniques, which consist of close reading, making manual annotation, describing data, note-taking, and finding linguistic markers reflecting moral values. The result of this paper reveals that the moral values contained in the novel have the following themes: faith in Allah SWT (to have faith, to be grateful, tawakkal, and to pray), positive character traits (curious, responsible, courageous, honest, independent, diligent, wise, disciplined, creative, trustworthy, humble, and indulgent), moral values in social life (caring, communicative, tolerant, polite, democratic, and collaborative). This paper argues that these moral values can be implemented in the lesson plan and syllabus for dirasah natsriyah. Makalah ini bertujuan untuk (1) menyelidiki nilai-nilai moral dalam “Jelifer fii bilaadil 'Amaaliqah” dan (2) menyarankan penerapan nilai-nilai moral dalam novel pada pembelajaran dirasah natsriyah. Makalah ini mengambil pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis konten yang dikembangkan oleh Zuchdi (1993) digunakan untuk metode analisis data. Prosedurnya meliputi perbandingan induktif, kategorisasi, tabulasi, dan membuat kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti teknik membaca dan mencatat yang dikembangkan oleh Ainin (2016), yang terdiri dari bacaan dekat, membuat anotasi manual, mendeskripsikan data, mencatat, dan menemukan penanda linguistik yang mencerminkan nilai-nilai moral. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai-nilai moral yang terkandung dalam novel memiliki tema-tema sebagai berikut: beriman kepada Allah SWT (beriman, bersyukur, tawakal, dan berdoa), karakter positif (ingin tahu, bertanggung jawab, berani, jujur). , mandiri, rajin, bijaksana, disiplin, kreatif, dapat dipercaya, rendah hati, dan memanjakan), nilai-nilai moral dalam kehidupan sosial (peduli, komunikatif, toleran, sopan, demokratis, dan kolaboratif). Makalah ini berpendapat bahwa nilai-nilai moral tersebut dapat diimplementasikan dalam RPP dan silabus dirasah natsriyah.
KURIKULUM BAHASA ARAB BERBASIS KEHIDUPAN MEMBUMIKAN KOMPETENSI BAHASA ARAB DALAM KECAKAPAN SOSIAL Ibnu Samsul Huda
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 3 (2017): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL BAHASA ARAB III
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bahasa adalah alat komunikasi yang berfungsi menyampaikan gagasan dari penutur kepada mitra tutur. Bahasa secara fungsional harus memiliki peran ini dalam kehidupan manusia. Ketika bahasa alpa dari peran ini, maka bahasa akan terdengar seperti mantra, tertata dan tereja namun jauh dari arti dan makna. Bahasa Arab adalah bahasa  asing pertama yang dikenal masyarakat Indonesia secara praktis. Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal bahasa ini sejak usia belia. Fenomena ini dipengaruhi oleh kondisi kultural masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Islam dan Bahasa Arab adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Tidak mungkin manusia memahami islam tanpa bahasa Arab, dan sebaliknya tidak mungkin belajar bahasa Arab tanpa bersinggungan dengan Islam. Meski begitu, pembelajaran bahasa Arab di Indonesia tidak memiliki hubungan yang romantis sebagaimana hubungan Islam dan masyarakat Indonesia. Untuk itu perlu dirancang kurikulum bahasa Arab yang disesuaikan dengan kebutuhan kehidupan pebelajar di Indonesia agar nantinya bisa banyak bermanfaat bagi kehidupan sosial masyarakat. Institusi Pendidikan Bahasa Arab selama ini banyak yang mengajarkan bahasa Arab dengan kurikulum yang berkiblat pada pembelajaran bahasa asing lain, berbasis kompetensi bahasa an sich dan mengesampingkan kapabilitas kebutuhan sosial. Makalah ini secara singkat akan membahas kurikulum pembelajaran bahasa Arab berbasis kehidupan dengan memperhatikan kapabilitas kecakapan sosial yang telah direncanakan dalam kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (PSPBA JSA FS UM). Kata Kunci: Kurikulum, bahasa Arab, PSPBA JSA FS UM
BELAJAR BAHASA ARAB DENGAN METODE AL-KASYSYAF: MEMBERANTAS BUTA MAKNA DALAM MEMBACA IBNU SAMSUL HUDA
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 2 (2016): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab II
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Arab adalah bahasa agama yang telah dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai media dialog antara Tuhan dengan manusia. Semenjak diwahyukan sampai saat ini, proses transmisi ilmu-ilmu Islam tidak mungkin dipisahkan dari bahasa Arab. Setiap muslim secara pasti telah melafalkan kalimat berbahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, tidak semua orang Islam memahami apa yang telah mereka lafalkan. Kata tilawah pada Firman Allah subhanahu wa ta’ala bahwa membaca al-Qur’an adalah ibadah, al-muta’abbid bitulawatihi dimaknai secara terbatas pada membaca lafadz al-Qur’an tanpa memahami setiap kata yang dibaca. Dari fakta yang demikian, maka umat Islam banyak yang hanya bisa membaca dan menghafalkan lafadz berbahasa Arab namun tidak mengerti keseluruhan makna yang dibacanya. Fenomena buta makna dalam membaca bahasa Arab menjadi hal yang penting untuk ditanggulangi demi peningkatan kualitas ibadah umat Islam. Metode al-Kasysyaf merupakan sebuah metode yang lahir untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan di atas. Langkah-langkahnya ada tiga tahapan, yaitu 1) Singkap, 2) Cerap, dan 3) Ungkap. Metode pembelajarannya menekankan pada menyingkap makna kata dari kalimat-kalimat yang sering dilafalkan oleh umat Islam. Setelah menyingkap, pebelajar diajak untuk mencerap makna setiap kata, ada dua hal penting dalam proses cerap ini, yaitu mengaitkan kata dengan beragam derivasi kata (tashrif) dan  menghubungkannya dengan kata Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Proses terakhir setelah mencerap adalah mengungkapkan kata yang telah mengendap dari proses singkap dan cerap. Tujuan dari proses ungkap ini adalah untuk melatih pebelajar mampu dan mengerti komunikasi sederhana dalam bahasa Arab.   Kata kunci: Bahasa Arab, metode al-kasysyaf, singkap, cerap, ungkap
PRINSIP DASAR PEROLEHAN MAKNA DALAM PERSPEKTIF ULAMA USHUL FIQH Ibnu Samsul Huda
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 4 (2018): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab IV
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Islam sebagai agama semesta dengan al-Qur'an yang terjaga sepanjang masa meniscayakannya untuk bisa “dibaca” oleh umat manusia dimanapun dan kapanpun (shalih likulii zamaan wa makaan). Membaca adalah mencerap, memahami, menganalisis dan lebih jauh menginterpretasikan sebuah pesan bacaan. Begitu pentingnya membaca, Allah subhanahu wata’ala memulai perintah beragama dengan membaca. Membaca adalah firman yang pertama diturunkan dalam al-Qur’an, Bacalah dengan Nama Tuhanmu. Perintah dalam al-Qur’an adalah perintah kepada seluruh manusia yang tidak disekat oleh ruang dan waktu, dari terciptanya manusia sampai berakhirnya seluruh kehidupan di seluruh alam semesta. Proses transmisi al-Qur’an dari yang transenden menuju imanen hingga dicerap oleh umat islam di seluruh penjuru dunia meniscayakan adanya sebuah metodologi dalam mengambil makna. Dalam Islam terdapat ilmu ushul fikih yang berisi sekumpulan prinsip dan metodologi penelitian yang digunakan untuk menurunkan aturan hukum-hukum praktis dari sumber utama al-Qur’an dan Hadits. Tulisan ini secara singkat akan mengulas metodologi pencapaian makna dari lafadz-lafadz al-Qur’an dan al-Hadits.Kata kunci: al-Qur’an, lafadz, makna,ushul fiq
Mushkilāt Ta‘līmi al-Lughah al-‘Arabiyyah fī Thailand wa al-Ḥulūl ‘Alaiha Masrupi Masrupi; Nurul Murtadho; Ibnu Samsul Huda
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.2.1.5395

Abstract

The present research aims to describe linguistic and non-linguistic problems in Arabic learning process at “Songserm Wittaya Mulnithi Kuttao”, Thailand and to offer alternative solutions for both. This research uses descriptive qualitative research methods. The result of this research are linguistic and non-linguistic problems; the linguistic problems are the difficulty in pronouncing some Arabic letters, the presence of tashrif in Arabic, and the differences in sentence arrangement and the non-linguistic problems are the learning method I used did not have any variation, the learning media I used did not have any variation, and the students are not motivated to learn Arabic. The alternative solutions to the linguistic problem are the repeating of Arabic letters that are different by Siam language for phonology problems, simplify the material of binyah kalimah and the material of mawaqi’ al i’rob for morphology problems, the giving of patterns of jumlah ismiyyah and jumlah fi’liyah and their examples for syntax efficiency problems. The alternative solutions to the non-linguistic problem are the use of learning methods that are varied and in accordance with the learning objectives, student conditions, and the material taught for the problems in the learning method, the use of learning media that are varied for the problems in the learning media, developing students' enthusiasm by learning Arabic for the problems in students.
Karakteristik dan Fungsi Puisi Arab pada Masa Transisi Pemerintahan Dinasti Umayyah ke Dinasti Abbasiyah Najmah Al Hinduan; Achmad Tohe; Ibnu Samsul Huda
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.2.1.5127

Abstract

The transition period of the Umayyad dynasty to the Abbasid dynasty occurred in a span of 100 years. There are fifteen great poets whose poetry represents the study of this research. The results of this study indicate that there are seven types of poetry found in the transition period, namely madh, hija, naqaidh, zuhud, gazal, khamriyyat, and fakhr. These seven poems have different characteristics to fulfill different functions. Among them are diction which uses connotative words, strong imagination, uses a lot of simile/tasybih, cynicism, sarcasm, personification, and metaphor/istia'rah.
SEJARAH BALAGAH: ANTARA MA’RIFAH DAN SINĀ’AH Ibnu Samsul Huda
Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.889 KB) | DOI: 10.14421/ajbs.2011.10102

Abstract

When the literary world enters the realm of scientific study, the arbitrariness and the infinity of expression, which is the main characteristic of literary work, should be evaluated based on an objective standard of science. Balagah, a literary theory born and developed in Arab, has also undergone a process of standardization of concepts and theories as other sciences. This paper describes the history of balagah from embryonic phase until it has been structured to be a science with a set of scientific theories. A historical approach is expected to be able to reveal historical facts related to the codification of balagah since the beginning of its existence until its latest development. The systematization and theorization of balagah had been done since there was a trend of translations of Greek philosophy into Arabic. The demand of scientific knowledge in Greek tradition greatly endorsed the theorizing of balagah. Standardization of the theory of balagah positively facilitates learners to understand the science of balagah and  to have scientific accountability. However, the systematization of balagah has led this study to a static condition. In addition, the orientation of balagah is more in linguistic (syntax) area.Simak
Alleviating Al-Qur'an Illiteracy in Public Universities: A Case Study of the Al-Qur'an Reading Guidance Program at Universitas Negeri Malang Siti Lailatul Isnaini; Yusuf Hanafi; Ahmad Munjin Nasih; Ibnu Samsul Huda
Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin Vol 6 No 2 (2022): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.006.02.05

Abstract

The competence of reading the holy book correctly and adequately is the obligation of every religious person. Ironically, many Muslim students do not have adequate skills in reading the Qur'an. Therefore, Universitas Negeri Malang (UM) launched a campaign to be free of Qur'an illiteracy for its students. This study aims to describe the planning, implementation, evaluation, and effectiveness of Qur'an learning at UM and the correlation of Arabic language skills to the ability to read the al-Qur'an. The method used is a mixed-method with an exploratory sequential design. The quantitative data analysis technique used normality test, Wilcoxon signed ranks, d-effect size, and calculation of N-gain value. The results of the study are as follows: (1) learning planning is carried out in a centralized and detailed manner; (2) the implementation of learning adapts to class groupings, and learning steps specified in the Qur'an Reading Guidance curriculum; (3) evaluation of learning is carried out using tashih techniques, post-test, and assessment of learning attitudes; (4) learning effectiveness is in the high category, which is indicated by the d-effect size value of 0.76, and (5) Arabic language ability is found to have a significant correlation with the ability to read the Qur'an. In general, UM is considered successful in reducing the level of Qur'an illiteracy among students.