Abstrak: Irama merupakan unsur utama dalam puisi. Karena itulah, keindahan ekspresi bahasa yang puitis merupakan aspek penting dalam puisi. Puisi bersifat melukiskan, ekspresif, sugestif, asosiatif, dan magis. Ia mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, merangsang imajinasi panca indra dalam susunan yang berirama. Iliyya Abu Madhi menjadikan sajak-sajaknya menjadi artikulasi musik, nada yang penuh keaslian dan keselarasan. Ekspresinya merupakan ekspresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikirannya dalam bahasa yang emosional dan berirama. Variasi irama sajak-sajak Iliyya Abu Madhi dapat diketahui pada antologi puisi AL-Jadawil. Terdapat asonansi, aliterasi yang menimbulkan orkestrasi musik yang indah. Penyair juga menginovasikan penggunaan rima akhir (qâfiyah) yang berbeda dengan pola yang sudah ada. Terdapat perbedaan bunyi akhir pada beberapa kelompok bait pada sajak-sajaknya. Ada pula bunyi akhir yang tetap. Semuanya terjadi secara teratur dan seimbang. Bentuk pembaharuan irama ini tidak terlepas dari kepiawaian penyair dalam mengolah kata dan juga akibat persinggungan penyair dengan sastra Barat di Amerika, sebagai implikasi dari profesinya sebagai sastrawan Arab diaspora (mahjar). Kata Kunci: irama, puisi, al-jadâwil
Copyrights © 2017