Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Vol 2, No 2 (2014)

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 KENDARI YANG DIAJAR MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN KONVENSIONAL

Anna Devita Sari (Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Oleo)
Utu Rahim (Unknown)
La Arapu (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Nov 2017

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain penelitian Randomized Control Group PreTest-PostTest. Dari hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan: (1) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL sebesar 0,68 tergolong klasifikasi sedang dimana 39,03 % siswa memperoleh peningkatan lebih dari 0,70 dalam klasifikasi  tinggi dan 60,97% siswa memperoleh peningkatan pada interval 0,30-0,70 dalam klasifikasisedang, (2) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional sebesar 0,38 tergolong klasifikasi sedang dimana 75,61% siswa memperoleh peningkatan pada interval 0,3-0,70 dalam klasifikasi sedang dan 24,39 % siswa memperoleh peningkatan kurang dari 0,30 dalam kategori rendah, (3) Kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran PBL lebih baik secarasignifikan peningkatannya dari kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang diajar denganmenggunakan model pembelajaran konvensional.  Kata Kunci: perbedaan; berpikir kritis matematik; problem based learning

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

JPPM

Publisher

Subject

Education Mathematics

Description

Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo dan terbit tiga kali setahun yaitu Januari, Mei, dan September ditambah edisi khusus jika diperlukan. ...